Solusi Mengatasi Kemiskinan Menurut Perspektif Islam

masalah sosial kemiskinan

Islam adalah agama sempurna yang membahas hingga seluk-beluk terkecil kehidupan, mulai dari kehidupan individu dari bangun hingga tidur kembali sampai pembahasan krusial tentang keumatan dan perkembangan zaman. Bukan hanya masalah akidah yang dibahas dalam islam, namun moral, rumah tangga, politik, kepemimpinan, dll juga disinggung dalam islam. Termasuk di dalamnya pembahasan mengenai ekonomi.

Belakangan isu kemiskinan menjadi fenomena di dunia islam, ambil contoh di indonesia yang mayoritas muslim namun masih tertinggal dari negara eropa yang notabene non-muslim. Dibalik kemegahan gedung-gedung pencakar langit di jakarta, ada pihak yang masih jauh dari hidup layak. Di indonesia begitu mudah bagi kita menemukan pemukiman kumuh yang hampir mendominasi bukan hanya di desa namun juga di perkotaan.

Secara definisi kemiskinan merupakan kondisi hidup penuh kekurangan. Pemerintah indonesia sendiri memberi batas setidaknya berpenghasilan di bawah 11 ribu per hari sudah masuk dalam kategori miskin. Bank dunia sendiri merumuskan penghasilan di bawah 2 dollar merupakan batas sesorang dikatakan miskin atau tidak.

Dalam islam sendiri kemiskinan dipandang sebagai masalah tidak terpenuhinya kebutuhan pokok secara menyeluruh oleh seseorang. Kebutuhan pokok sendiri dirumuskan sebagai kebutuhan yang menyangkut eksistensi kehidupan berupa 3 hal yaitu sandang, pangan dan papan. Sebagaimana firman Allah swt:

“Kewajiban ayah adalah memberikan makan dan pakaian kepada para ibu dengan cara yang makruf” (QS al-Baqarah : 233).

Tempatkanlah mereka (para istri) di mana kamu bertempat tinggal, sesuai dengan kemmpuanmu” (QS ath-Thalaaq :6).

Diperkuat dengan sabda Rasulullah saw:

Ingatlah, bahwa hak mereka atas kalian adalah agar kalian berbuat baik kepada mereka dalam (memberikan) pakaian dan makanan” (HR Ibnu Majah).

Dari dalil ini, disimpulkan bahwa kebutuhan pokok menyangkut 3 aspek yang menyangkut eksistensi kehidupan yaitu sandang, pangan dan papan. Saat kebutuhan pokok tidak bisa terpenuhi maka akan mengakibatkan kebinasaan atau kemunduran eksistensi sehingga masalah kemiskinan menjadi sesuatu yang krusial yang harus segera di atasi. Islam pun menaruh perhatian lebih mengenai masalah sosial kemiskinan. Islam berusaha telah merumuskan beberapa cara untuk mengatasi dan mencegah kemungkinan dampaknya.

Secara umum, tiap individu bertanggung jawab untuk penghidupan masing-masing. Dengan hidup yang penuh kecukupan, kita pun bisa beribadah dengan tenang. Menghidupi kehidupan sendiri dengan berusaha keras merupakan salah satu dari beberapa konsep islam mengentas masalah sosial kemiskinan. Secara rinci, berikut beberapa solusi yang ditawarkan islam untuk mengurangi kemiskinan:

  1. Bekerja

Setiap muslim bertanggung jawab atas penghidupannya masing-masing. Tiap muslim diwajibkan untuk mencari nafkah guna memenuhi kebutuhan nya sehari-hari. Allah bahkan secara umum memerintahkan kita berkelana di muka bumi untuk mencari penghidupan sebagaimana firman Allah:

”Dia-lah yang menjadikan bumi untuk kamu yang mudah dijelajahi, maka jelajahilah di segala penjurunya dan makanlah sebagian dari rezeki-Nya. Dan hanya kepada-Nyalah kamu (kembali setelah) dibangkitkan.” [al-Mulk/67:15]

  1. Menolong kerabat yang lemah

Konsep selanjutnya adalah konsep tolong menolong. Tiap muslim memang bertanggung jawab atas dirinya sendiri, namun bukan berarti kita tertutup dengan membantu orang lain. Utamanya membantu kerabat sendiri, Allah swt berfirman:

”…Orang-orang yang mempunyai hubungan kerabat itu sebagiannya lebih berhak terhadap sesamanya (daripada yang bukan kerabat) menurut Kitab Allah…” [al-Anfâl/8:75]

Saling tolong menolong antar kerabat merupakan tolong menolong yang mulia di sisi Allah. Islam memerintahkan pihak yang kaya untuk menopang keluarga kerabat yang lemah dan butuh batuan. Dengan begitu kita sudah andil dalam pengentasan kemiskinan setidaknya di kalangan keluarga sendiri.

  1. Sedekah, infak, zakat

Setelah menolong kerabat yang membutuhkan, islam pun menganjurkan dan memerintahkan kepada kita untuk membantu sesama saudara seiman baik dalam bentuk sedekah, infak dan zakat. Mungkin diantara konsep lainnya, konsep inilah yang paling sulit dilakukan, karena kurang nya kesadaran beberapa umat islam, dan banyaknya pihak yang harus ditolong. Namun, saat konsep ini berhasil dilakukan dan menyeluruh, makam kemiskinan akan betul-betul akan berkurang bahkan menghilang.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *