Relawan Permantap Kemampuan Evakuasi Di Pelatihan Water Rescue BSMI Makassar- BASARNAS

BSMI SULSEL- Makassar. Puluhan relawan yang lolos seleksi sukses mengikuti pelatihan evakuasi Water Rescue yang di adakan oleh Perhimpunan Bulan Sabit Merah Indonesia ( BSMI) Cabang Makassar bekerja sama dengan Badan SAR Nasional. Acara yang berlangsung selama 2 hari ini ( 20-21 April 2019) terdiri dari 2 sesi. Sesi pertama adalah materi Indoor dan sesi kedua praktek lapangan.

Kegiatan Indoor dilaksanakan di Aula Fakultas Kedokteran Universitas Bosowa sedangkan kegiatan outdoor dilakukan di Pantai Akarena Makassar. Dalam pelatihan ini relawan BSMI di tuntut menguasai skill evakuasi, terutama di medan perairan.

Iwan Umamit, S.Kep, Ns salah satu instruktur indoor menekankan pentingnya Bantuan Hidup Dasar ( BHD) saat melakukan evakuasi perairan. Relawan di tuntut mampu melakukan pertolongan pertama pasca evakuasi korban. Sementara Sulfiadi Barmawi, S.Pi memberikan fokus pada tugas-tugas relawan kemanusiaan dalam pertolongan water rescue, nilai-nilai keikhlasan dan kebaikan saat menolong korban.

Sementara dari BASARNAS Bpk.Asikin dan Bpk.Wawan memberikan langkah-langkah mudah evakuasi korban perairan sesuai standar nasional . Materinya sangat aplikatif dan mudah dilaksanakan, terbukti semua peserta merasa puas dan ingin dibuatkan pelatihan lanjutan yang lebih dalam.

BSMI sebagai organisasi kemanusiaan bukan hanya sebatas “tukang baksos” atau kegiatan-kegiatan kemanusiaan baksos kesehatan, namun juga melakukan aktivitas tanggap bencana serta kamampuan gawat darurat, salah satunya saat gawat darurat bencana. Selain itu pula wilayah Indonesia yang mayoritas perairan memerlukan pengetahuan dalam hal evakuasi medan air saat terjadi kecelakaan di kapal transportasi maupun kapal dagang.

Peserta pelatihan sedang pemanasan sebelum terjun ke air

Bagaimana testimoni dari peserta Training Water Rescue ini ?

Yang saya dapat dari pelatihan diantaranya pengetahuan tentang korban tenggelam memiliki kekuatan 2x Lipat dari kekuatan biasanya (faktor panik). Maka dalam menolong korbang tenggelam, harus menggunakan metode yg tepat. Yaitu RTRGT.
Kesalahan umum yg dilakukan orang awam ketika melihat org tenggelam adalah langsung berenang untuk menolong, pdhal itu suatu kesalahan besar, dan dapat menyebabkan korban tewas lebih dari 1 org (
pdhal seharusnya semua bisa selamat).

Dalam memberikan pertolongan, hal yang harus diutamakan adalah keselamatan penolong, orang sekitar dan kemudian korban. Karna prinsip penolong adalah menyelamatkan diri dulu kemudian orang lain (Meminimalisir jumlah korban)” – Opik, Peserta Training Water Rescue



Ingin bergabung bersama Perhimpunan Bulan Sabit Merah Indonesai ( BSMI) ?

Hub : Mega Santi +62 852-5600-0955

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *