Pertanyaan Umum Seputar Zakat Fitrah

Zakat Fitrah Dengan Uang

Selain puasa Ramadhan, kewajiban umat muslim lain nya adalah membayar zakat fitrah. Memilki kedudukan yang sama dengan puasa Ramadhan merupakan salah satu kewajiban umat islam yang masuk dalam pilar 5 rukun islam yang apabila ditinggalkan dengan sengaja maka akan membatalkan keislaman seseorang.

Namun, meski wajib masih banyak diantara kaum muslimin yang kurang paham mengani seluk beluk kewajiban ini. Bahkan tidak sedikit diantara kaum muslimin yang enggan membayar zakat dengan sengaja padahal dirinya mampu melakukannya, padahal ganjaran bagi mereka yang menolak membayar zakat sangat amat besar, selain membatalkan keislaman, enggan membayar zakat juga akan menggiring kita masuk ke siksaan Allah swt, sebagaimana firman-Nya:

Artinya: “Dan orang-orang yang menyimpan emas dan perak dan tidak menafkahkannya pada jalan Allâh, maka beritahukanlah kepada mereka (bahwa mereka akan mendapat) siksa yang pedih. Pada hari dipanaskan emas dan perak itu dalam neraka Jahannam, lalu dahi, lambung dan punggung mereka dibakar dengannya, (lalu dikatakan) kepada mereka: “Inilah harta bendamu yang kamu simpan untuk dirimu sendiri, maka rasakanlah sekarang (akibat dari) apa yang kamu simpan itu”. (QS. at-Taubah/9:34-35)

Karena merupakan kewajiban tiap muslim, dengan ganjaran yang besar bagi tidak melakukannya, menjadi penting untuk mengetahui ilmu tentang zakat fitrah. Berikut beberapa pertanyaan umum mengenai zakat yang harus diketahui

Apa kedudukan zakat fitrah?

“Rasulullah SAW telah mewajibkan zakat fitrah untuk menyucikan orang yang shaum dari segala perkataan yang keji dan buruk yang mereka lakukan selama mereka shaum, dan untuk menjadi makanan bagi orang orang yang miskin. (H.R. Abu Daud)

Hadist ini menjelaskan Rasulullah saw mewajibkan zakat fitrah kepada tiap-tiap kaum muslim sebagai penyempurna amalan ibadah puasa Ramadhan kita. Maka hukum zakat fitrah adalah wajib ain.

Dengan apa zakat fitrah dibayarkan?

hal ini juga penting untuk kita ketahui aturannya. Tidak semua harta benda yang kita miliki boleh untuk digunakan membayar zakat fitrah. Rasulullah saw menjelaskan bahwa zakat fitrah dibayar dengan gandum sebanyak 1 sha’, namun seiring ijtihad ulama, penggunaan gandum kemudian diqiyaskan dengan makanan pokok daerah yang bersangkutan. Di indonesia zakat fitrah menggunakan beras yang setara dengan 1 sha’ gandum atau sebanyak 3,5 liter/2,5 kg beras per orang. Mengenai pembayaran zakat fitrah dengan uang, ulama berbeda pendapat tentang pembolehan nya, sebagian ulama membolehkan dan sebagian lagi melarang secara mutlak.

Kapan zakat fitrah dibayarkan?

Zakat fitrah dibayarkan menjelang hari raya idul fitri sampai sholat ied di laksanakan, zakat fitrah yang dibayar lewat dari waktu periode yang ditentukan maka tidak sah dan batal. Waktu terbaik membayar zakat adalah pada terbit fajar di hari raya idul fitri sampai menjelang sholat ied hari raya, sementara waktu yang dibolehkan adalah satu sampai 2 hari sebelum pelaksanaan hari raya idul fitri sebagaimana hadis Ibnu Umar radhiyallahu ‘anhuma

“Dan Ibnu ‘Umar radhiyallahu ‘anhuma memberikan zakat fithri kepada orang-orang yang berhak menerimanya dan dia mengeluarkan zakatnya itu sehari atau dua hari sebelum hari Raya ‘Idul Fithri.” (HR. Bukhari no. 1511).

Ada pula ulama yang membolehkan hingga tiga hari sebelum hari raya idul fitri, dan sebagian lagi membolehkan zakat boleh dibayar sejak awal bulan Ramadhan.

Kepada siapa zakat fitrah diberikan?

Zakat fitrah diberikan kepada yang berhak untuk menerimanya, agar orang-orang tersebut juga bisa merasakan kebahagiaan di hari raya idul fitri seperti kaum muslimin lainnya. secara umum Allah telah menjelaskan golongan yang berhak menerima zakat melalui firman-Nya di surah At-Taubah ayat 60;

“Sesungguhnya zakat-zakat itu, hanyalah untuk orang-orang fakir, orang-orang miskin, pengurus-pengurus zakat, para mualaf yang dibujuk hatinya, untuk (memerdekakan) budak, orang-orang yang berutang, untuk jalan Allah dan orang-orang yang sedang dalam perjalanan, sebagai sesuatu ketetapan yang diwajibkan Allah dan Allah Maha Mengetahui lagi Maha Bijaksana.”

Itulah tadi beberapa pertanyaan yang umum di tanyakan seputar zakat fitrah ini. Setelah kalian mengetahui hal-hal mendasar menunaikan zakat fitrah, sudah tidak ada alasan lagi untuk meninggalkan kewajiban kita satu ini.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *