Pendekatan Lingkungan Cara Islam Mengatasi Banjir

banjir jakarta

Salah satu fenomena alam yang lekat terjadi di indonesia adalah banjir. Bahkan di kota-kota besar seperti jakarta pun tidak lepas dari bencana alam satu ini. Banjir jakarta memang merupakan fenomena yang menjadi masalah utama ibu kota indonesia ini, telah banyak cara pemerintah mengatasi hal ini namun hingga sekarang jakarta banjir masing menjadi tag line dan citra buruk kota metropolitan ini.

Memahami banjir sebenarnya harus dipahami berbeda dengan bencana alam lainnya. Tidak seperti bencana gempa bumi, letusan gunung berapi, dan tsunami yang murni diakibatkan oleh dinamika alam, penyebab banjir lebih disebabkan oleh faktor perilaku manusia yang memperburuk dampak dari fenomena alam. Artinya, kita pun sebagai manusia ikut andil dalam terjadinya bencana alam ini. Indonesia yang beriklim tropis hanya memiliki dua jenis musim, yaitu musim hujan dan kemarau, namun realitanya menghadapi dua musim saja kita sudah kewalahan dan tidak becus.

Khususnya di jakarta penyebab banjir di dominasi oleh kesalahan warganya sendiri yang kurang bisa menjaga lingkungan. Di jakarta sendiri, penyebab banjir lebih kepada padat nya penduduk yang mengakibatkan kurangnya lahan penyerapan air, ditambah perilaku warga bantaran sungai yang menjadi sungai tempat pembuangan sampah. Selain itu memang di jakarta dilalui oleh 13 sungai yang beberapa diantara nya aka meluap saat musim hujan tiba.

Secara rinci ada 4 penyebab banjir secara umum,

  1. Tingginya curah hujan. Faktor ini merupakan faktor yang tidak bisa dinafikan oleh penduduk indonesia. negara indonesia yang dilalui garis khatulistiwa membuat indonesia pasti merasakan musim kemarau yang panas, dan curah hujan yang tinggi dalam periode yang lama.
  2. Kurangnya lahan serapan. Khususnya di perkotaan, perkembangan manusia yang pesat dan kepadatan pemukiman dalam satu wilayah yang tinggi, membuat wilayah tersebut minim lahan untuk menyerap air, sehingga wilayah tersebut berpotensi banjir saat musim hujan.
  3. Penggundulan hutan, faktor ini murni adalah ulah manusia. Penggundulan hutan yang terjadi di suatu wilayah mengakibatkan wilayah tersebut berpotensi terjadi banjir. Sebagaimana kita ketahui hutan berfungsi media menyerap dan menahan aliran air.
  4. Membuang sampah sembarangan, faktor ini juga merupakan ulah manusia yang kurang peduli dengan lingkungan sekitar. Khususnya di perkotaan, penduduk yang tinggal di bantaran sungai banyak yang menjadikan sungai sebagai tempat pembuangan sampah, hal inilah yang pada akhirnya menghambat aliran sungai sehingga mengakibatkan banjir saat musim hujan.

Islam sendiri sama sekali tidak membenarkan umatnya untuk berperilaku buruk dengan merusak lingkungan. Islam mengajarkan konsep agama rahmat bagi seluruh alam. yang artinya, harmonisasi dan keselarasan manusia dengan lingkungan merupakan salah satu dari esensi agama islam.

Manusia adalah khalifah di muka bumi. Allah menyediakan bumi sebagai tempat untuk mencari penghidupan namun bukan berarti kita bisa bertindak semena-mena. Allah memang mengizinkan kita unruk mencari penghidupan yang halal dan baik di muka bumi, namun bersamaan dengan itu Allah juga melarang kita untuk berbuat kerusakan. Sebagaimana firman-Nya:

Artinya: “Janganlah kamu membuat kerusakan di muka bumi, sesudah (Allah) memperbaikinya. Berdoalah kepada-Nya dengan rasa takut (tidak akan diterima) dan penuh harap (akan dikabulkan). Sesungguhnya, rahmat Allah sungguh dekat dengan orang-orang yang berbuat baik.” (QS. al-A’raf/7: 56)

Dalil ini menggambarkan eksploitasi yang berlebihan dan kesemena-menaan manusia menjadi pemicu terjadi nya bencana alam yang mengakibatkan kerugian yang meluas di masyarakat.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *