Pedang Bermata Dua Bernama Sosial Media

sosial media terpopuler

Perkembangan zaman yang kian menjadi-menjadi secara masif mengubah pola kehidupan sehari-hari kita termasuk umat islam. Islam memang tidak tertutup akan perkembangan zaman, namun islam pun menekankan umatnya untuk bersikap bijak dalam pemanfaatan teknologi. terkhusus menyikapi perkembangan sosial media, islam cukup berhati-hati dalam penggunaan perkembangan teknologi satu ini.

Sosial media ibarat pedang bermata dua, mungkin istilah itulah yang kemudian membuat sosial media mendapat perhatian yang cukup intens bagi kalangan umat islam. Saat sosial media digunakan dengan bijak, akan banyak kemudahan-kemudahan dalam beramal yang bisa kita manfaatkan untuk mendulang pahala. Seperti misalnya pemanfaatan sosial media terpopuler saat ini sebagai media untuk dakwah dengan menyebar kebaikan.

Bayangkan saja jika kebaikan yang kita bagi melalui sosial media terus dibagikan ke orang lain, diterapkan oleh orang lain dan menyadarkan orang lain dari kesesatan, pahala jariyah akan terus mengalir ke kita selama kebaikan yang kita bagi tersebut bermanfaat. Apalagi degan sosial media jangkauan interaksi hampir tidak terbatas dan bertahan sangat lama.

Rasulullah saw bersabda:

Artinya: “Barang siapa mengajak kepada suatu kebaikan, maka ia mendapat pahala seperti orang yang mengikutinya, dengan tidak mengurangi sedikit pun pahala-pahala mereka.” (HR Muslim).

Namun sayangnya, seperti yang disebutkan sebelumnya, sosial media adalah pedang bermata dua. Di tengah potensi manfaat yang begitu menakjubkan dengan kemajuan teknologi ini, terselip diantara keburukan-keburukan yang menjerumuskan. Masih banyak orang-orang yang tidak bijak dalam menggunakan sosial media menggunakan sosial media untuk keburukan.

Fenomena sekarang ini, banyak sekali diantara kita yang memilih menjadikan media sosial sebagai media menyebar fitnah, ujaran kebencian, pengaruh buruk, kata-kata kasar, dan konten-konten merusak lainnya yang berpotensi menimbulkan perpecahan. Anehnya pihak-pihak yang tidak bertanggung jawab tersebut menganggap remeh hal ini, seakan mereka tidak akan ditanyai tentang pertanggung jawaban perbuatan mereka. Meski orang-orang tidak mengetahui siapa orang dibalik ujaran kebencian tersebut, namun Allah yang maha tau pasti akan meminta pertanggung jawaban mereka. Meski terlihat sepele, saat masif dilakukan akan berpotensi menimbulkan keburukan yang lebih besar lagi.

Sosial media adalah cerminan kehidupan nyata, maka dari itu juga diperlukan akhlak yang baik dalam berinteraksi di dunia sosial media ini. Jangan sampai kita termasuk kategori hamba yang merugi dan bangkrut karena buruknya akhlak kita sebagaimana sabda Rasulullah saw:

Suatu ketika Rasulullah SAW bertanya kepada sahabat-sahabatnya, “Tahukah kalian siapa sebenarnya orang yang bangkrut?” Para sahabat menjawab, “Orang yang bangkrut menurut pandangan kami adalah seorang yang tidak memiliki dirham (uang) dan tidak memliki harta benda.”

 

Kemudian Rasulullah saw berkata, “Orang yang bangkrut dari umatku adalah orang yang datang pada hari kiamat membawa pahala shalat, pahala puasa, pahala zakat, dan pahala hajinya, tetapi ketika hidup di dunia dia mencaci orang lain, menuduh tanpa bukti terhadap orang lain, memakan harta orang lain (secara bathil), menumpahkan darah orang lain (secara bathil), dan dia memukul orang lain. Maka sebagai tebusan atas kezalimannya, diberikanlah di antara kebaikannya kepada orang yang dizaliminya. Semuanya dia bayarkan sampai tidak ada yang tersisa lagi pahala amal salehnya. Tetapi orang yang mengadu ternyata masih datang juga. Maka Allah memutuskan agar kejahatan orang yang mengadu dipindahkan kepada orang itu. Dan (pada akhirnya) dia dilemparkan ke dalam neraka.”

Kata Rasulullah SAW selanjutnya, “Itulah orang yang bangkrut di hari kiamat, yaitu orang yang rajin beribadah tetapi dia tidak memiliki akhlak yang baik. Dia merampas hak orang lain dan menyakiti hati mereka.” (HR Muslim nomor 6522).

Jangan pernah menganggap sepele segala yang kalian lakukan di sosial media. Dari kisah ini digambarkan bagaimana merugi nya orang-orang yang tidak bisa menjaga akhlak mereka dalam berinteraksi di lingkungan sosial termasuk di sosial media.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *