Panduan Penyelenggaraan Ibadah Qurban

kupon qurban

Hari raya idul adha identik dengan yang namanya ibadah qurban. Seperti hakikatnya hari raya idul fitri, hari raya idul adha juga merupakan momentum kemenangan dan kebahagiaan bersama, yang spesial adalah dalam idul adha sebagian umat islam melaksanakan ibadah qurban, untuk kemudian dibagikan ke masyarakat sekitar.

Terkait membahas mengenai hukum ibadah qurban, sebagian ulama berpandangan terbagi atas dua jenis; ibadah qurban yang di nazarkan maka hukumnya menjadi wajib sebagai mana nazar pada umumnya, sementara jika tidak di nazarkan maka ibadah qurban menjadi sunnah. Sedangkan beberapa ulama lain berpendapat bahwa ibadah qurban diwajibkan bagi tiap umat islam yang mampu dan tidak dalam keadaan safar.

karena hakikat dari idul adha adalah kebahagiaan untuk seluruh umat islam, maka dalam pelaksanaan ibadah qurban harus di persiapkan dengan baik. Banyak hal yang harus diperhatikan mulai dari lokasi penyembelihan, proses penyembelihan, pengelolaan, dan pembagian daging ke masyarakat.

Dalam pelaksanaan ibadah qurban agar mendapat hasil yang terbaik setidak ada 3 poin yang harus diperhatikan yaitu:

  1. Tabungan qurban

Mungkin masih sedikit lingkungan masyarakat yang menerapkan hal ini, bahkan masjid-masjid pun jarang untuk memfasilitasi program tabungan qurban ini. Seperti namanya, tabungan qurban merupakan tabungan yang dikumpulkan untuk nantinya dipakai membeli hewan qurban di hari raya idul adha. Program ini bertujuan agar nantinya saat perayaan idul adha, jumlah daging qurban yang disalurkan mencukupi untuk dibagikan ke seluruh masyarakat sekitar.

Memang menabung sendiri di rumah juga bisa, atau bagi yang mampu tidak usah menabung pun suda bisa berqurban. Namun alangkah baiknya jika pihak masjid memfasilitasi hal ini. Membantu masyarakat yang berpenghasilan pas-pasan supaya juga bisa berkurban dan mendapat pahala bersama-sama. Selain itu juga berguna supaya daging yang dibagikan bisa mencukupi untuk seluruh masyarakat sekitar.

  1. Panitia qurban

Poin penting selanjutnya yang harus dipersiapkan dengan matang adalah panitia qurban. Pembentukan tim pelaksana qurban tentu merupakan hal yang sangat penting agar dalam pelaksanaan nanti nya tidak kacau dan menimbulkan masalah. Apalagi jika misalnya pihak masjid sukses menerapkan program tabungan qurban, maka panitia qurban inilah yang kemudian bertanggung jawab mengenai dana qurban yang disalurkan masyarakat.

Banyak hal yang harus dilakukan oleh panitia qurban, penentuan tempat penyembelihan, menyiapkan alat yang digunakan, memasang spanduk sebagai informasi ke masyarakat dan membagikan kupon qurban ke masyarakat. Meski sepele, namun kunci agar pembagian daging qurban bisa merata ke seluruh masyarakat dengan adil adalah dengan membagikan kupon qurban. Dengan kupon qurban tersebut, kita akan mengetahui siapa saja yang sudah mengambil bagiannya dan siapa saja yang belum, sehingga pembagian jadi lebih adil dan merata.

  1. Pelaksanaan penyembelihan

Hal paling krusial dalam pelaksanaan ibadah qurban adalah proses penyembelihan. Dalam poin ini, pastikan untuk memilih tukang jagal atau tukang sembelih hewan yang terpercaya dan profesional, pastikan orang tersebut mengetahui seluk beluk memotong hewan, hukum, tata cara, dan alat yang digunakan. pastikan juga hewan yang akan disembelih sesuai dengan ketentuan dalam islam, seperti hewan tidak boleh cacat mata, pincang, sakit, dan hamil, pastikan umur hewan sudah sesuai ketentuan.

Masalah biasanya timbul dari tukang sembelih itu sendiri, yang terkadang serakah dan mengambil bagian-bagian hewan qurban tanpa izin. Untuk menghindari hal tersebut, selalu awasi proses penyembelihan, jika memungkinkan suruh beberapa panitia untuk mendampingi tukang sembelih dengan pembagian tugas yang sudah ditentukan, agar pelaksanaan jadi lebih cepat.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *