Panduan Membayar Zakat Fitrah

zakat fitrah online

Zakat fitrah merupakan zakat yang dibayarkan di bulan Ramadhan dengan jumlah dan kadar yang telah ditentukan, zakat fitrah sesuai namanya, bertujuan membersihkan jiwa dan harta dengan memberikannya golongan atau pihak yang membutuhkan. Hukum zakat fitrah adalah wajib bagi tiap muslim yang telah memenuhi syarat, sebagaimana hadist dari Rasulullah saw:

“Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam mewajibkan zakat fitrah dengan satu sha’ kurma atau satu sha’ gandum bagi hamba dan yang merdeka, bagi laki-laki dan perempuan, bagi anak-anak dan orang dewasa dari kaum muslimin. Beliau memerintahkan agar zakat tersebut ditunaikan sebelum manusia berangkat menuju sholat ‘ied”. (HR. Bukhari dan Muslim).

Dari hadist ini dijelaskan bahwa Rasulullah mewajibkan zakat fitrah untuk tiap muslim dengan satu sha kurma baik laki-laki, perempuan, anak-anak dan orang dewasa dan wajib di tunaikan sebelum sholat idul fitri dilaksanakan. Mengenai waktu kapan zakat fitrah dibayarkan dimuat dalam hadist Rasulullah saw:

“Barang siapa yang membayar zakat fitrah sebelum sholat ied, maka termasuk zakat fitrah yang diterima, dan barang siapa yang membayarnya sesudah sholat ied maka termasuk sedekah biasa (bukan lagi dianggap zakat fitrah)“. (HR. Bukhari dan Muslim).

Zakat fitrah dibayarkan menjelang hari raya idul fitri sampai batas sebelum pelaksanaan sholat ied hari raya sebagai pembeda dengan zakat lainnya. zakat fitrah yang dibayarkan setelah sholat ied dianggap batal dan telah keluar dari ketentuan.

cara membayar zakat di era modern sudah mulai berkembang seiring kemajuan akal dan pikiran umat manusia. Dahulu di masa Rasulullah saw, zakat dikumpulkan oleh amil zakat dengan berkeliling menagih satu persatu keluarga atau rumah tangga yang ada di seluruh kota. Di era sekarang, khusus nya di indonesia. kita bisa menyalurkan zakat kita dengan memberikannya ke amil zakat setempat yang kemudian di salurkan ke pihak yang berhak menerimanya. Bahkan, karena beberapa ijtihad ulama yang membolehkan membayar zakat dengan uang, membuat beberapa pihak amil zakat menggunakan sistem zakat fitrah online, dengan mentransfer uang sejumlah yang telah ditentukan kita sudah bisa menunaikan kewajiban zakat kita dengan mudah.

Dalil yang memperkuat pendapat bolehnya membayar zakat dengan uang tunai adalah firman Allah swt:

”Ambillah zakat dari sebagian harta mereka.” (QS at-Taubah [9] : 103).

Dijelaskan bahwa zakat diambil dari harta yang kita miliki termasuk emas perak dan uang tunai. Dalil inilah yang menjadi patokan ulama untuk men-qiyash-kan gandung satu sha’ dengan yang setara dengannya seperti beras seberat 2,5 kg atau uang tunai yang setara nilainya.

Setelah menyisihkan sebagian harta dengan jumlah yang telah ditentukan, maka bagian tersebut diberikan kepada golongan yang berhak menerimanya, adapun golongan yang menerima zakat fitrah menurut al-quran ada 8 golongan sesuai dengan firman Allah swt:

“ Sesungguhnya zakat-zakat itu, hanyalah untuk orang-orang fakir, orang-orang miskin, pengurus-pengurus zakat, Para mu’allaf yang dibujuk hatinya, untuk (memerdekakan) budak, orang-orang yang berhutang untuk jalan Allah dan untuk mereka yang sedang dalam perjalanan, sebagai suatu ketetapan yang diwajibkan Allah, dan Allah Maha mengetahui lagi Maha Bijaksana.” (QS. At-Taubah:60)

Secara rinci dijelaskan sebagai berikut:

  • Fakir, seseorang yang hampir tidak memiliki harta sama sekali bahkan untuk kebutuhan pokok.
  • Miskin, sesorang yang memiliki harta namun tidak cukup memenuhi kebutuhan pokok hidupnya.
  • Amil, orang yang mengumpulkan dan membagikan zakat tersebut.
  • Muallaf, orang yang baru masuk islam dan butuh bantuan untuk menyesuaikan diri dengan keadaan barunya.
  • Riqab, merupakan hamba sahaya yang berusaha memerdekakan dirinya. Untuk membebaskan dirinya dia harus menebus beberapa harta/uang kepada tuannya.
  • Gharimin, seorang yang memiliki banyak hutang dan tidak sanggup untuk membayarnya. Hutang dengan tujuan kejahatan atau sesuatu yang haram tidak termasuk.
  • Fi sabilillah, orang yang berjihad di jalan Allah dalam pengertian luas sesuai dengan fikih. Termasuk di dalamnya orang yang berdakwah menegakkan agama allah swt.
  • Ibnu sabil, seorang musafir yang kehabisan persediaan di tengah jalan. Safar dengan tujuan haram atau maksiat tidak termasuk.

Setelah kita memahami kedudukan zakat, kapan zakat dibayarkan, jumlah zakat yang dibayarkan, dengan apa zakat di bayarkan, dan dengan cara apa zakat dibayarkan, maka sudah tidak ada alasan lagi bagi kita untuk tidak membayar zakat karena itu merupakan kewajiban dan pilar utama keislaman kita.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *