Panduan Membayar Zakat Emas Dan Perak

zakat emas

Salah satu jenis harta yang dibebankan untuk dikeluarkan zakat nya adalah emas dan perak, kemudian berkembang melalui ijtihad ulama dengan mata uang simpanan secara umum. Kewajiban membayar zakat emas dan perak tertuang dalam hadist Rasulullah saw:

“Jika kamu mempunyai 200 dirham dan sudah cukup setahun maka zakatnya adalah 5 dirham, dan emas hanya dikenakan zakat bila sudah mencapai 20 dinar dan sudah cukup setahun, maka zakatnya adalah ½ dinar setiap bertambah maka dengan hitungan tersebut. Tidak wajib zakat kecuali sampai cukup masa setahun”. (H.R Abu Daud)

Dari hadist ini dijelaskan bahwa, apabila seorang muslim memiliki emas sebesar 20 dinar dan 200 dirham untuk perak yang telah dimiliki selama periode waktu satu tahun maka wajib dikeluarkan zakat sebesar 2,5% dari total yang dimiliki. Secara rinci syarat zakat emas dan perak meliputi:

  • Telah mencapai nisab 20 dinar untuk emas dan 200 dirham untuk perak.
  • Telah dimiliki selama setahun.
  • Kepemilikan penuh, bukan utang atau barang titipan.
  • Telah dikurangi untuk kebutuhan pokok.

Seiring berkembang nya zaman, ijtihad ulama menyepakati mata uang secara umum juga masuk kategori harta yang wajib dizakatkan kedudukan setara emas dan perak. Di zaman Rasulullah, memang mata uang yang dugunakan di sana adalah emas dan perak, artinya ulama men-qiyash-kan emas dan perak sebagai mata uang yang berlaku di masa dan wilayah tersebut.

Sebagaimana kedudukan zakat fitrah, zakat emas dan perak juga masuk kategori zakat wajib bagi tiap muslim yang mampu mengeluarkannya. Konsekuensi enggan membayar zakat dengan sengaja padahal dirinya mampu mengeluarkannya sangat besar, sama saja dengan kita membatalkan keislaman kita dan memancing murka Allah swt kepada kita, sebagaimana firman Allah swt:

وَالَّذِينَ يَكْنِزُونَ الذَّهَبَ وَالْفِضَّةَ وَلَا يُنْفِقُونَهَا فِي سَبِيلِ اللَّهِ فَبَشِّرْهُمْ بِعَذَابٍ أَلِيمٍ

Artinya: “Dan orang-orang yang menyimpan emas dan perak dan tidak menafkahkannya pada jalan Allah, maka beritahukanlah kepada mereka, (bahwa mereka akan mendapat) siksa yang pedih” (QS. At Taubah: 34-35).

Dalil tersebut jelas menggambarkan ancaman bagi mereka yang enggan membayar zakat, yaitu siksaan yang pedih karena telah mengingkari rukun islam secara sengaja.

Zakat emas dan perak merupakan kewajiban yang berasal dari Rasulullah dengan menghitung kepemilikan dinar dan dirham yang merupakan mata uang di sana. karena hadist dari Rasulullah hanya menjelaskan nisab dari dinar dan dirham saja, maka ulama kemudian berijtihad mengenai konversi dinar dan dirham secara umum ke emas dan perak. Dalam menentukan nisab emas dan perak setelah di konversi dengan dinar dan dirham, ulama berbeda pendapat mengenai hal ini;

Mayoritas 4 mazhab besar sejalan mengenai masalah konversi ini kecuali mazhab hanafi.  versi ulama mazhab Syafi’I, Hambali, dan Maliki, 20 dinar setara dengan 77,50 gram meas murni sementara 200 dirham setara 543,35 gram. Sementara mazhab hanafi berpandangan 20 dinar setara emas sebesar 107, 75 gram, dan 200 dinar setara dengan 752,66 gram perak.

Cara menghitung nisab harta emas dan perak yang kita miliki harus juga memperhatikan kadar emas murni yang terkandung dalam emas yang kita miliki. Emas murni adalah emas yang memiliki kadar emas sebesar 100% atau biasa disebut 24 karat sementara kurang dari itu disebut emas tidak murni atau emas campuran. Karena yang dibebankan hanya emas murni saja, maka perhitungan nisab emas murni dan campuran akan berbeda.

Cara menghitung nisab emas campuran adalah:

A = (b : c) x 24

Keterangan:

A : nishab emas bukan murni

b  : nishab emas murni

c  : karat emas bukan murni

sebagai contoh, jika kita memiliki emas senilai 22 karat dengan asumsi hasil konversi dari mazhab Maliki yaitu 77,50 gram maka :

A  = (b : c) x 24

= (77,50 gram : 22) x 24

= 3,5227 x 24

= 84,5448 gram

Maka nisab emas campuran 22 karat menurut konversi mazhab Maliki adalah 84,5448 gram. Jika sudah mencapai batas tersebut seorang muslim yang memiliki emas 22 karat sudah wajib mengeluarkan zakat dengan jumlah 2,5% dari total emas yang dimiliki. Rumus yang sama juga berlaku untuk perhitungan perak campuran. Apabila kalian menggunakan konversi lain tinggal menyesuaikan dengan rumus yang disebutkan tadi.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *