Mengentas Kemiskinan Dengan Zakat

penyebab kemiskinan di indonesia

Kemiskinan adalah fenomena yang tengah melanda indonesia sejak lama, jutaan penduduk Indonesia hidup di bawah garis kemiskinan di tengah hiruk pikuk kendaraan dan bangunan pencakar langit di kota-kota besar. Hampir setiap daerah di Indonesia pasti memiliki penduduk miskin, khusus nya di perkotaan seperti Jakarta, ketimpangan sosial dan ekonomi begitu kental terasa. Penyebab kemiskinan di indonesia tak lain adalah kurang nya angkatan kerja yang berkualitas, dan kondisi ekonomi indonesia secara umum.

Khususnya ketimpangan yang terjadi di kota besar, Ekonomi kapitalis gaya barat yang menjadikan hal tersebut terjadi, membuat si kaya semakin kaya sementara si miskin semakin miskin dan tereksploitasi. Dalam islam kondisi ketimpangan seperti ini sangat tidak dikehendaki, ada berbagai syariat islam yang mengajarkan pentingnya berbagi dan peduli ke sesama. Dalam islam, pihak yang miskin memiliki hak sebagian harta oleh yang kaya, membuat saat si kaya semakin kaya, si miskin akan makin banyak mendapat harta dari si kaya.

Islam tidak bersikap acuh tak acuh dengan kemiskinan yang ada di sekitar, malahan dengan keindahan islam, Allah mewajibkan hambanya mengeluarkan sebagian harta untuk di berikan ke orang yang membutuhkan, dan ancaman siksa bagi yang enggan melakukannya. Sesungguhnya Allah telah menentukan hak orang fakir dan miskin di sebagian harta yang kita miliki, sebagaimana firman-Nya:

إِنَّمَا الصَّدَقَاتُ لِلْفُقَرَاءِ وَالْمَسَاكِينِ وَالْعَامِلِينَ عَلَيْهَا وَالْمُؤَلَّفَةِ قُلُوبُهُمْ وَفِي الرِّقَابِ وَالْغَارِمِينَ وَفِي سَبِيلِ اللَّهِ وَابْنِ السَّبِيلِ ۖ فَرِيضَةً مِنَ اللَّهِ ۗ وَاللَّهُ عَلِيمٌ حَكِيمٌ

Artinya; “Sesungguhnya zakat itu hanyalah untuk orang-orang fakir, orang miskin, amil zakat, yang dilunakkan hatinya (mualaf), untuk (memerdekakan) hamba sahaya, untuk (membebaskan) orang yang berutang, untuk jalan Allah dan untuk orang yang sedang dalam perjalanan, sebagai kewajiban dari Allah. Allah Maha mengetahui, Maha bijaksana.” (at-Taubah/9:60)

Dalil ini jelas menggambarkan, sasaran utama zakat adalah mengentas kemiskinan, memutus rantai yang menjadi penyebab kemiskinan di indonesia dengan berbagi ke sesama. Namun, konsep zakat bukanlah sekadar konsep yang lewat begitu saja, temporary, atau setengah-setengah. Konsep islam mengentas kemiskinan merupakan asas yang kokoh, dengan pengawasan yang ketat dan terjaga. Karena pentingnya mengatasi kemiskinan dalam islam, zakat dijadikan oleh Allah sebagai fondasi keislaman seseorang yang menjadi salah satu dari 5 rukun islam.

Hal ini jelas memberi peringatan tegas bagi yang mengaku islam namun enggan berbagi ke sesama. Rasulullah menjelaskan balasan bagi kaum yang menolak membayar zakat saat di dunia akan ditimpakan kemarau panjang dan kelaparan, sebagaimana Sabdanya:

Artinya: “Dan tidaklah mereka menahan zakat harta-harta mereka, melainkan hujan dari langit akan ditahan bagi mereka. Dan seandainya tidak ada binatang-binatang niscaya hujan tidak akan diturunkan kepada mereka” (HR. Bukhari)

Selain itu kelah di akhirat, mereka yang enggan membayar zakat akan mendapatkan siksa.

Dengan diterapkannya konsep zakat dengan baik di lingkungan masyarakat akan membawa kebahagiaan kepada sesama. Namun, bukan berarti dengan menerapkan konsep zakat islam mengajarkan kepada fakir miskin untuk bermalas-malasan dan berpangku tangan. Konsep islam malah lebih mendalam akan hal ini. Secara umum dalam islam, tiap muslim adalah tanggung jawab akan dirinya sendiri yang diwajibkan untuk bekerja dan mencari nafkah. Menganggur adalah sifat tercela dalam islam, Rasulullah sendiri lebih memilih bersedekah kapak kepada seorang fakir daripada bantuan langsung, artinya secara tersirat Rasulullah menyuruh orang tersebut untuk bekerja mencari penghidupannya sendiri dan tidak berpangku tangan.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *