Mengentas Kemiskinan Dengan Sedekah

cara mengatasi kemiskinan

Islam merupakan agama sempurna yang mencakup segala aspek kehidupan, termasuk perekonomian. Isu kemiskinan yang tengah menjadi problematika pemerintah hingga saat ini seakan belum bisa teratasi dengan baik, setidaknya hampir 10% atau sekitar 25,95 juta penduduk indonesia berada di bawah garis kemiskinan dengan penghidupan yang tidak layak. Sungguh ini merupakan ironi, di tengah megahnya bangunan-bangunan yang menjulang tinggi ke langit, segelintir penduduk harus hidup dengan penghidupan yang sulit.

Islam menganggap masalah kemiskinan merupakan masalah struktural, artinya penyebab kemiskinan yang utama adalah tidak kondusif nya lingkungan untuk menghindarkan orang dari kemiskinan. Dalam islam Allah telah menjamin masing-masing rezeki ciptaan nya yang ada di langit maupun di bumi, bahkan seekor semut di atas batu hitam yang pekat pun tidak lepas dari tanggungan Allah. Konsep islam yang memerintahkan tiap hamba bekerja untuk kehidupannya masing-masing pun cukup menjadi bukti bahwa kesalahan terbesar yang ada di indonesia adalah masalah sistem yang tidak pro rakyat kecil.

Budaya ekonomi kapitalis yang membuat yang kaya semakin kaya dan yang miskin tidak bisa keluar dari rantai kematian kemiskinan semakin merambah meluas di indonesia. utamanya di kota besar, budaya tidak peduli dengan orang lain dan tamak harta sangat kental di rasakan, membuat kesenjangan kian hari kian parah.

Islam sama sekali tidak menghendaki adanya kesenjangan. Banyak sekali instrumen ekonomi islam yang mengajarkan penganutnya untuk peduli dengan sesama, bahkan secara tegas Allah memasukkan konsep zakat sebagai salah satu rukun islam yang wajib dipenuhi. Dengan konsep zakat, Allah menetapkan bagian fakir miskin di setiap harta yang kita miliki dan wajib untuk mengeluarkannya ke yang berhak menerimanya. Dengan begitu, semakin kaya seorang muslim semakin banyak bagian yang diterima pihak yang miskin, hal ini berkebalikan dengan konsep kapitalis yang marak di indonesia.

Selain zakat yang sifatnya wajib, cara mengatasi kemiskinan dalam islam juga mengenalkan konsep bersedekah sebagai penyokong konsep zakat. Berbeda dengan zakat yang telah diatur jumlah, takaran, dan waktu dilaksanakannya, sedekah jauh lebih fleksibel. Tidak ada batasan jumlah tertentu seseorang boleh berzakat, waktu dan lokasinya pun tidak ditentukan. Sedekah bisa di keluarkan kapan saja dengan jumlah berapapun asalkan ikhlas dan bermanfaat.

Ada berbagai macam bentuk sedekah dengan cakupan yang luas, berbuat baik, menyingkirkan batu di jalan, berzikir, bahkan tersenyum ke sesama muslim masuk dalam lingkup sedekah. Namun yang paling utama di antaranya adalah sedekah jariyah. Sedekah jariyah juga dikenal dengan bentuk wakaf. Sedekah jariyah merupakan sedekah dengan harta yang dimiliki yang sifatnya bermanfaat untuk kepentingan orang banyak. Selain besar manfaatnya untuk orang banyak, sedekah juga merupakan lahan pahala yang istimewa di sisi Allah, pahala dari sedekah jariyah akan terus mengalir bahkan hingga orang yang mengeluarkannya telah meninggal, hal ini sejalan dengan sabda Rasulullah:

إِذَا مَاتَ ْالإِنْسَانُ انْقَطَعَ عَمَلُهُ إِلاَّ مِنْ ثَلاَثَةٍ : صَدَقَةٌ جَارِيَةٌ ، وَعِلْمٌ يُنْتَفَعُ بِهِ ، وَوَلَدٌ صَالِحٌ يَدْعُوْ لَهُ

Artinya: “Apabila manusia meninggal dunia, terputuslah amalnya kecuali tiga hal: sedekah jariyah, ilmu yang bermanfaat, dan anak shalih yang mendo’akannya.” (HR. muslim)

Wakaf sosial merupakan jenis sedekah yang paling baik mengentas kemiskinan. Sejarah islam mencatat bagaimana konsep wakaf membuat islam menjadi peradaban yang maju dan berkembang di masa Rasulullah dan para sahabatnya. Dengan diterapkannya konsep sedekah dan wakaf secara khusus, secara tidak langsung kita telah berperan aktif mengatasi kemiskinan.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *