Masyarakat Jayawijaya Salurkan Bantuan Gempa Sulbar Lewat BSMI Sulsel

Makassar, Bulan Sabit Merah Sulsel- Gempa dengan magnitudo 6,2 yang mengguncang Kabupaten Majene dan Kota Mamuju, Propinsi Sulawesi Barat (Sulbar) pada Kamis 14 dan Jumat 15 Januari 2021, menarik simpati masyarakat dari seluruh penjuru tanah air Indonesia. Di antaranya dari masyarakat terjauh di timur Indonesia, yaitu dari Jayawijaya, Propinsi Papua.

Amanah bantuan ini diserahkan masyarakat setempat melalui BSMI Jayawijaya. Dan, atas pertimbangan lokasi yang jauh, Pada Selasa (19/01/21), BSMI Jayawijaya menyalurkan bantuan ini secara langsung kepada BSMI Sulawesi Selatan yang sejak satu hari pasca gempa telah mengirim relawan ke lokasi bencana.

Relawan BSMI Sulsel yang dikirim terdiri dari tim bantuan teknis untuk menyalurkan bantuan dan tim medis, dokter dan perawat.

“Mereka membuka posko layanan medis di Mamuju. Tim ini bekerjasama dengan tim BSMI BSMI dari berbagai daerah yang juga ada di Sulbar. BSMI setempat, BSMI Sulawesi Tengah, dan beberapa hari ke depan diperkuat tim BSMI dari pusat, Jawa Barat dan Jawa Timur.  Kita akan mendirikan Rumah Sakit Lapangan di sana”, jelasnya.

Kabupaten Mejene dan Mamuju, Sulawesi Barat diguncang gempa Magnitudo 6,2 pada Jumat (15/01/21). Gempa terjadi pada pukul 01.28 Wita dini hari. Sebelumnya, gempa ini diawali guncangan magnitudo 4 sehari sebelumnya, Kamis.

Lokasi gempa ke dua berada di koordinat 2,98 Lintang Selatan dan 118,94 Bujur Timur.Gempa berada di kedalaman 10 kilometer. Gempa bahkan dirasakan Modified Mercalli Intensity (MMI) IV-V di Majene, III MMI di Palu dan II MII Makasar.

Guncangan ke dua yang ikut dirasakan masyarakat sekitar Sulbar hingga kalimantan ini menimbulkan kerusakan infrastruktur berupa perkantoran pemerintah, rumah warga, dan jembatan. 

Berdasarkan data per 17 Januari 2021 pukul 14.00 WIB, Pusat Pengendali Operasi Badan Nasional Penanggulangan Bencana melaporkan jumlah korban meninggal dunia akibat gempa M6,2 yang terjadi pada Jumat (15/1), pukul 01.28 WIB atau 02.28 waktu setempat di Provinsi Sulawesi Barat menjadi 73 orang, dengan rincian 64 orang meninggal dunia di Kabupaten Mamuju dan sembilan orang di Kabupaten Majane.

Selain itu, terdapat 554 korban luka di Kabupaten Majene dengan rincian antara lain 64 orang luka berat, 215 orang luka sedang dan 275 orang luka ringan. Terdapat 27.850 orang mengungsi di 25 titik pengungsian yang tersebar di Desa Kota Tinggi, Desa Lombong, Desa Kayu Angin, Desa Petabean, Desa Deking, Desa Mekata, Desa Kabiraan, Desa Lakkading, Desa Lembang serta Desa Limbua.

Sedangkan di Kabupaten Mamuju terdapat 189 orang mengalami luka berat atau rawat inap dan terdapat lima titik pengungsian di Kecamatan Mamuju dan Kecamatan Simboro.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *