Konflik Suriah Dan Cara Menyikapinya

donasi suriah

Selain palestina, negara islam yang bergejolak dengan kekacauan adalah suriah. Namun berbeda dengan konflik palestina yang melibatkan kedua negara, konflik di suriah lebih pelik dan rumit. Konflik yang terjadi di suriah melibatkan pemerintah yang dipimpin oleh Bashar Assad berhadapan dengan warga sipil yang menuntut lengser nya pemerintah yang dinilai kejam dan otoriter ini. Selain dua kubu ini, terdapat juga beberapa negara yang terlibat secara langsung dan tidak langsung seperti Amerika Serikat, Iran, Turki, dan Rusia, bahkan Irak, Kurdi, dan israel juga berpotensi akan terlibat.

Sungguh ironis, negara yang mayoritas penduduknya muslim tersebut harus menjadi lahan pertarungan negara-negara besar yang ingin mencapai ambisi mereka masing-masing. Konflik internal memang telah terjadi cukup lama di suriah dimana konflik tersebut melibatkan islam sunni dan syiah disana, namun belakangan konflik semakin memanas mengikuti beberapa insiden yang menunjukkan kekejaman sang pemerintah yang merupakan syiah memicu amarah warga sipil yang mayoritas adalan sunni.

Banyak yang menganggap konflik di suriah adalah perang saudara dimana sesama umat islam saling bunuh. Rezim pemerintah yang mendapat dukungan dari iran dan hizbullah merupakan representasi dari syiah, sementara pihak pemberontak atau warga sipil yang mendapat dukungan dari arab saudi, turki, dan qatar merupakan representasi islam sunni.

Namun tahukah anda, bahwa pemerintah suriah merupakan salah satu negara yang paling sering membantu palestina berjuang melawan israel, sementara pihak pemberontak ter afiliasi di dalamnya ISIS yang sebenarnya merupakan tentara bentukan Amerika serikat yang notabene adalah pihak yang membantu Israel di konflik palestina Israel. Konflik di suriah memang terlihat konflik besar antara Rusia dan Amerika Serikat, dimana keduanya memang merupakan negara overpower yang memiliki kekuatan militer yang kuat.

Tensi politik yang tinggi memang sudah terjadi di suriah sejak tahun 2000 dimana kebebasan politik yang kurang, maraknya korupsi, dan pengangguran merajalela, ditambah terangkatnya Bashar Assad sebagai presiden selanjutnya menggantikan sang ayah. Kemudian makin memanas di tahun 2011 lalu setelah pembubaran paksa oleh rezim pemerintah terhadap demo pro-demokrasi yang dilakukan warga sipil di sana. kekacauan pun menyebar luas, kemudian pihak oposisi yang merasa dikepung tentara rezim mulai mengangkat senjata untuk membela diri dan mengusir tentara yang mengepung daerahnya. Perang saudara pun terjadi.

Kemudian muncullah intervensi dai pihak Amerika yang mendukung perjuangan oposisi dengan segala bantuan yang diberikannya. Ditambah faktor agama juga kian memperkeruh keadaan di wilayah tersebut. Sementara rusia yang juga punya kepentingan di sana juga ikut andil membantu kubu rezim pemerintahan dengan mengirimkan serangan udara menargetkan teroris yang berafiliasi dengan pihak oposisi.

Hal ini tentu membuat masyarakat indonesia bingung untuk mendukung pihak yang mana. Banyak aksi-aksi bela suriah dan membuka donasi suriah yang kadang membuat kita berfikir dua kali untuk andil di dalamnya, jangan sampai kita malah membantu pihak yang salah, dan malah memperburuk keadaan.

Namun di tengah kerumitan yang terjadi sana, di tengah kekacauan yang di pelopori pihak-pihak luar tersebut, warga yang lemah dan tidak bersalah yang menjadi korban. Rumah-rumah hancur karena gempuran tentara pemerintah yang kemudian dibalas oleh kubu pemberontak yang juga membuat bangunan dan rumah-rumah rusak. Bagaimana pun warga suriah membutuhkan pertolongan, siapa lagi yang akan menolong selain kita sebagai saudara seagama mereka. Terlepas dari apa yang sebenarnya terjadi di sana, harusnya bukan menjadi alasan kita menahan harta kita untuk disedekahkan ke suriah. Jika alasan agama membuat kalian tergerak, bersedekahlah dengan alasan persaudaraan dan kemanusiaan.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *