Konflik Palestina-Israel

Kita seringkali melihat beberapa negara di dunia berkonflik yang memakan ratusan hingga ribuan korban jiwa. Sudah menjadi tabiat manusia dimana Allah memberikan kepada kita nafsu, termasuk nafsu menguasai dan nafsu keserakahan. Peperangan sudah menjadi bagian yang lekat dalam kehidupan selama kita diberi amanah menjaga bumi Allah ini. Indonesia pun pernah terlibat perang, perang memperjuangkan kemerdekaan dan membela diri dari keserakahan negara lain.

Beberapa tahun sebelumnya juga kita bisa mendengar bahwa pernah terjadi perang besar-besaran antar beberapa negara di dunia, bukan Cuma itu, Rasulullah dan para sahabat pun pernah berperang, berperang menegakkan agama Allah dan menyerukan kebenaran.

Salah satu perang atau konflik yang terjadi hingga saat ini dan cukup menyayat hati Umat Muslim dunia adalah konflik antara Palestina dan Israel. Konflik antara warga Palestina dengan zionis Israel yang dilatarbelakangi perebutan kekuasaan dan batas teritorial. Jika kita meninjau sejarah kapan konflik ini bermula, kedua negara ini memang sudah memperlihatkan tensi yang memanas sejak tahun 1948, atau tahun dimana Israel resmi berdiri sebagai negara. Awalnya Israel hanya sebatas bangsa yang dalam tanda kutip mengungsi di wilayah Palestina, namun berkembang menjadi sebuah negara pada 14 mei 1948.

Di saat itulah, konflik memperebutkan utamanya jalur Gaza mulai memanas. Daerah seluas 365 kilometer persegi seakan menjadi penjara raksasa bagi jutaan rakyat Palestina yang tinggal di wilayah tersebut. seiring berkembangnya waktu, di tahun 1967 Israel telah berhasil sepenuhnya menjajah jalur Gaza, setelah berhasil memenangkan perang arab yang dibantu oleh pihak amerika, Israel berhasil mengalahkan negara kuat seperti Arab, Mesir, dan Yordania hanya dalam waktu 6 hari.

Namun, bukan hanya jalur Gaza yang menjadi incaran invasi Israel, semenanjung sinai, tepi barat, dataran tinggi golan, dan yerussalem timur yang merupakan bagian dari ibukota Palestina juga menjadi incaran pihak zionis Israel.

Karena korban yang berjatuhan kian hari kian bertambah dari kedua kubu, mulai lah diadakan perjanjian damai, antara Israel dan organisasi pembebasan Palestina pada tahun 1993 dan berhasil melahirkan kesepakatan damai dengan kedua negara mengakui kedaulatan masing dan dibentuk otoritas Palestina. Kemudian di tahun 2005 Pihak Israel pun kemudian menarik kembali tentara dan pemukiman mereka di jalur Gaza, dan setahun kemudian jalur Gaza kembali kepangkuan rakyat Palestina oleh kelompok Hamas setelah berhasil memenangkan pemilu di sana.

Karena kekhawatiran pihak Israel akan kekuasaan kubu Hamas yang kian menguat, Israel kemudian kembali menginvasi wilayah jalur Gaza dengan serangan udara hingga satu bulan penuh yang dikenal dengan nama operation cast lead. Zionis Israel beralasan bahwa invasi udara ini merupakan balasan karena kelompok Hamas seringkali mengirim roket ke wilayah Israel. Akibat serangan Israel ini, hingga 1.300 penduduk jalur Gaza menjadi korban jiwa.

Pasang surut konflik pun terus berulang, hingga di awal tahun 2014 lalu, invasi besar-besaran kembali dilancarkan kubu Israel setelah upaya rekonsiliasi antara faksi Fatah di tepi barat dan faksi Hamas di jalur Gaza. Karena takut kekuasaan kedua faksi ini meluas, Israel pun kembali menyerang, mereka beralasan bahwa serangan ini juga merupakan serangan balasan karena tiga tentara mereka disandera oleh kubu Hamas. Penyerangan ini juga sangat banyak memakan korban warga sipil dan tentara antara dua belah pihak.

Hingga saat ini, konflik antara Palestina-Israel kian meluas dan makin banyak memakan korban. Baru terjadi di tahun ini pun, kubu Israel mulai menginvasi yerussalem yang awalnya merupakan ibukota Palestina, kemudian secara sepihak diakui oleh mereka sendiri dan mulai membangun kedutaan besar amerika di sana.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *