Keutamaan Sedekah yang Menakjubkan

keutamaan sedekah

Agama Islam adalah agama sosial. Ibadah yang diajarkan dalam agama Islam bukan hanya seputar ibadah pribadi seperti shalat dan puasa. Melainkan juga ibadah yang sifatnya sosial, atau yang seringkali kita sebut dengan habluminannas yakni berbuat baik pada sesama manusia.

Bersedekah adalah salah satu ibadah yang bersifat sosial atau habluminannas. Islam sangat menganjurkan ummatnya untuk bersedekah. Sedekah memiliki makna yang lebih luas daripada nafkah, zakat, infaq dan waqaf.

 

Pengertian Sedekah

Untuk lebih memahami maksud dari sedekah. Ada baiknya jika kita memahami pengertian sedekah dalam ajaran Islam.

Sedekah berasal dari Bahasa Arab صدقة  (shodaqoh) yang memiliki makna berupa pemberian seorang Muslim kepada orang lain dengan suka rela, tanpa ada ketentuan waktu tertentu maupun jumlah tertentu sebagai bentuk kebajikan dan ikhlas karena Allah ta’ala.

Menurut para fuqhaha atau ahli fiqh, sedekah menurut pengertian di atas mengandung makna at-tatawwu’ (sedekah secara spontan dan sukarela) tanpa ada ketentuan waktu (haul) maupun ketentuan kuota (nishab). Oleh karena itu, sedekah dapat diberikan kepada siapapun, dalam waktu kapanpun dengan tujuan apapun selama tidak berkaitan dengan hal-hal yang diharamkan dalam Islam.

Adapun sedekah yang memiliki ketentuan haul dan nisab tertentu maka termasuk ke dalam kategori zakat, infak atau wakaf sesuai dengan pendapat para ahli fiqh.

 

Dalil Alqur’an dan Hadits yang Menganjurkan Sedekah

Sedekah adalah salah satu ibadah yang sangat dianjurkan kepada umat Islam. Terdapat banyak sekali dalil yang menunjukkan hal tersebut baik dalam Alqur’an maupun dalam Hadits.

Dalam Q.S An Nisaa ayat 114, Allah berfirman yang artinya.

Tidak ada kebaikan pada kebanyakan pembicaraan rahasia mereka, kecuali pembicaraan rahasia dari orang yang menyuruh (manusia) bersedekah, atau berbuat kebaikan, atau mengadakan perdamaian di antara manusia. Barang siapa berbuat demikian karena mencari keridhaan Allah, maka kelak Kami akan memberinya pahala yang besar.

Kemudian pada Q.S. Al Baqarah ayat 195 yang artinya;

Dan belanjakanlah (harta bendamu) di jalan Allah, dan janganlah kamu menjatuhkan dirimu sendiri ke dalam kebinasaan, dan berbuat baiklah, karena sesungguhnya Allah menyukai orang-orang yang berbuat baik.”

Surat Al-Baqarah ayat 267, yang artinya:

Hai orang-orang yang beriman, nafkahkanlah (di jalan Allah) sebagian dari hasil usahamu yang baik-baik dan sebagian dari apa yang Kami keluarkan dari bumi untuk kamu. Dan janganlah kamu memilih yang buruk-buruk lalu kamu menafkahkan daripadanya, padahal kamu sendiri tidak mau mengambilnya melainkan dengan memicingkan mata terhadapnya. Dan ketahuilah, bahwa Allah Maha Kaya lagi Maha Terpuji.”

Selain dalil dalam Al-Qur’an, terdapat pula sejumlah hadits yang menjelaskan tentang anjuran sedekah, antara lain.

Hadits yang diriwayatkan oleh Abu Hurairah yang berbunyi.

“Setiap awal pagi saat matahari terbit, Allah menurunkan dua malaikat ke bumi. Lalu salah satu malaikat berkata, ‘Ya Allah, berilah karunia kepada orang yang menginfakkan hartanya. Ganti kepada orang yang membelanjakan hartanya karena Allah’. Malaikat yang satu berkata, ‘Ya Allah, binasakanlah orang-orang yang bakhil.” (Muttafaq ‘Alaih dari Abu Hurairah).

Pada hadits yang lain, Rasulullah bersabda.

“Perumpamaan orang yang pelit dengan orang yang bersedekah seperti dua orang yang memiliki baju besi, yang bila dipakai menutupi dada hingga selangkangannya. Orang yang bersedekah, dikarenakan sedekahnya ia merasa bajunya lapang dan longgar di kulitnya. Sampai-sampai ujung jarinya tidak terlihat dan baju besinya tidak meninggalkan bekas pada kulitnya. Sedangkan orang yang pelit, dikarenakan pelitnya ia merasakan setiap lingkar baju besinya merekat erat di kulitnya. Ia berusaha melonggarkannya namun tidak bisa.” (HR. Bukhari).

 

 

Keutamaan dan Manfaat Sedekah

Di samping dalil yang menganjurkan sedekah, terdapat pula dalil yang menjelaskan tentang berbagai keutamaan bersedekah. Baik dalam Al-Quran maupun Alhadits. Di antara keutamaan dan manfaat sedekah tersebut adalah sebagai berikut:

  1. Allah memberikan pahala yang berlipat ganda pada orang yang bersedekah.

Hal tersebut sesuai firman Allah dalam Surat Al-Baqarah ayat 261, yang artinya:

Perumpamaan (nafkah yang dikeluarkan oleh) orang-orang yang menafkahkan hartanya di jalan Allah adalah serupa dengan sebutir benih yang menumbuhkan tujuh bulir, pada tiap-tiap bulir seratus biji. Allah melipat gandakan (ganjaran) bagi siapa yang Dia kehendaki. Dan Allah Maha Luas (karunia-Nya) lagi Maha Mengetahui.”

Dan pada sabda Rasulullah yang artinya “Sesungguhnya sedekah seseorang walau hanya sesuap, akan dikembangbiakkan oleh-Nya seperti gunung, maka bersedekahlah.” (HR. Bukhari dan Muslim)

  1. Allah menerima taubat dari orang yang bersedekah

Dalam Surat At-Taubah ayat 104, Allah berfirman yang artinya

Tidaklah mereka mengetahui, bahwasanya Allah menerima taubat dari hamba-hamba-Nya dan menerima sedekah dan bahwasanya Allah Maha Penerima taubat lagi Maha Penyayang.”

  1. Orang yang bersedekah mendapatkan tempat yang baik di akhirat

Hal tersebut sesuai dengan firman Allah pada Surat Ar-Ra’d ayat 22, yang artinya:

“Dan orang-orang yang sabar karena mencari keridhaan Tuhannya, mendirikan shalat, dan menafkahkan sebagian rezeki yang Kami berikan kepada mereka, baik secara sembunyi ataupun terang-terangan serta menolak kejahatan dengan kebaikan; orang-orang itulah yang mendapat tempat kesudahan (yang baik).”

  1. Sedekah adalah perniagaan atau ‘transaksi’ yang tidak merugi

Secara logika akal manusia, banyak yang mengira bahwa sedekah hanya akan mendatangkan kerugian. Hal itulah yang seringkali menghalangi seseorang untuk bersedekah dan tidak taat pada perintah Allah. Padahal Allah menjamin bahwa sedekah adalah perniagaan atau transaksi yang tidak akan merugi. Sebagaimana firman-Nya dalam Surat Faathir ayat 29, yang artinya:

Sesungguhnya orang-orang yang selalu membaca kitab Allah dan mendirikan shalat dan menafkahkan sebahagian dari rezeki yang Kami anugerahkan kepada mereka dengan diam-diam dan terang-terangan, mereka itu mengharapkan perniagaan yang tidak akan merugi

Dan pada hadits Nabi yang berbunyi “Harta tidak akan berkurang karena disedekahkan.” (HR. Imam Muslim).

  1. Allah meninggikan derajat orang-orang yang bersedekah

Allah akan meninggikan derajat orang-orang yang bersedekah di jalan Allah dan memberikan mereka balasan yang baik. Hal ini sebagaimana yang tercantum pada Surat Al-Hadiid ayat 10 yang artinya

“Dan mengapa kamu tidak menafkahkan (sebagian hartamu) pada jalan Allah, padahal Allah-lah yang mempusakai (mempunyai) langit dan bumi? Tidak sama di antara kamu orang yang menafkahkan (hartanya) dan berperang sebelum penaklukan (Mekah). Mereka lebih tingi derajatnya daripada orang-orang yang menafkahkan (hartanya) dan berperang sesudah itu. Allah menjanjikan kepada masing-masing mereka (balasan) yang lebih baik. Dan Allah mengetahui apa yang kamu kerjakan.”

  1. Orang yang bersedekah akan memperoleh naungan Allah di Hari Kiamat

Dalam hadits riwayat Bukhari, Rasulullah s.a.w. bersabda “Salah satu golongan yang memperoleh naungan Allah Swt di Hari Kiamat adalah “Orang yang bersedekah dengan tangan kanannya dengan sembunyi sampai-sampai tangan kirinya tidak mengetahui.”

  1. Sedekah adalah bukti keimanan seseorang

Menurut Imam An-Nawawi, sedekah berasal dari kata shodaqoh yang memiliki makna Shidqu Imanihi (kebenaran imannya) yaitu bukti kebenaran iman seseorang. Hal ini sesuai dengan hadits riwayat Muslim yang berbunyi “Sedekah adalah bukti (keimanan)”

  1. Orang yang gemar bersedekah dekat dengan Allah, manusia dan surga, serta jauh dari neraka

Dalam hadits Rasulullah yang diriwayatkan oleh Tirmidzi dan Baihaqi, Rasulullah bersabda.

“Orang yang pemurah (gemar sedekah) itu dekat dengan Allah, dekat dengan manusia, dekat dengan surga, dan jauh dari neraka. Adapun orang yang kikir, maka jauh dari Allah, jauh dari manusia, jauh dari surga dan dekat kepada neraka (siksaan Allah).

  1. Orang yang gemar bersedekah akan masuk surga melalui pintu sedekah

Hal ini sesuai dengan sabda Rasulullah.

“Orang memberikan menyumbangkan dua harta di jalan Allah, maka ia akan dipanggil oleh salah satu dari pintu surga. “Jika berasal dari golongan yang gemar bersedekah, maka akan dipanggil dari pintu sedekah.” (HR Bukhari).

  1. Sedekah dapat menghindarkan dari musibah dan mendatangkan rejeki

Dari Ali bin Abi Thalib, Rasulullah s.a.w bersabda “Segeralah bersedekah, sesungguhnya musibah tidak dapat melintasi (mendahului) sedekah.” Selain itu, Ali berkata: ”Pancinglah rejeki dengan sedekah.”

  1. Sedekah dapat menghapuskan dosa-dosa

Dalam Hadist Riwayat Tirmidzi, Rasulullah bersabda “Sedekah itu menghapuskan dosa-dosa (kesalahan/keburukan) seperti air yang memadamkan api

  1. Sedekah dapat mengobati penyakit

Rasul Saw bersabda: “Obatilah orang-orang yang sakit di antara kalian dengan bersedekah”. (Shahih al-Jami’).

“Peliharalah harta bendamu dengan cara berzakat. Dan obatilah penyakitmu dengan bersedekah. Dan hadapilah cobaan yang datang bertubi-tubi dengan do’a dan berserah diri kepada Allah.” (HR. Abu Dawud).

  1. Sedekah dapat menghindarkan seseorang dari siksa kubur dan siksa neraka

Hal ini sebagaimana Hadits Rasulullah yang diriwayatkan oleh Thabrani berbunyi “Sedekah akan memadamkan api siksaan di dalam kubur.”

Dan pada hadits lainnya yang berbunyi ”Takutlah kamu akan api neraka walaupun dengan (bersedekah) separuh buah kurma.” (HR. Bukhari).

Itulah sebagian dari keutamaan dan manfaat dari bersedekah ternyata sangat banyak. Mengingat keutamaan-keutamaan tersebut maka seharusnya tidak ada lagi alasan bagi seorang Muslim untuk merasa enggan dalam melaksanakan sedekah.

Begitu banyaknya keutamaan sedekah tersebut, lantas menurut Islam, apakah hukum dari bersedekah? Berikut penjelasannya.

 

Hukum Sedekah

Menurut jumhur ulama, sedekah hukumnya sunnah (mandub) yakni jika dikerjakan akan mendapatkan pahala dari Allah, namun jika ditinggalkan tidak berdosa.

Namun pada keadaan tertentu, sedekah dapat menjadi wajib. Yakni jika mendapati seseorang yang kelaparan atau hal-hal lain yang mengancam jiwanya. Selain itu, jika sedekah diniatkan dalam sebuah nazar atau janji. Misalnya, jika naik pangkat maka akan menyedekahkan sejumlah uang kepada fakir miskin. Maka sedekah orang yang bernazar tersebut menjadi wajib hukumnya.

 

Keajaiban Sedekah

Setelah mengetahui keutamaan dan hukum bersedekah, kami akan menampilkan beberapa kisah tentang sedekah. Agar kita semua menjadi semakin termotivasi untuk memperbanyak sedekah.

Sejak jaman nabi dahulu kala hingga jaman sekarang terdapat banyak sekali kisah yang mengisyaratkan kepada kita semua tentang keajaiban sedekah. Beberapa di antara kisah tersebut mungkin telah sering kita dengarkan. Seperti kisah tentang seorang pezina yang sedang kehausan namun memilih untuk menyedekahkan airnya kepada seekor anjing yang juga kehausan. Lantas atas sedekah tersebut, si pezina diampuni dosa-dosanya oleh Allah.

Kisah lainnya datang dari Syaikh Sulaiman Al-Mufarraj yang menceritakan tentang seseorang yang memiliki seorang putri yang sedang sakit. Penyakit putrinya tersebut telah dideritanya selama bertahun-tahun dan tidak kunjung sembuh, bahkan semakin parah.

Kemudian datanglah seseorang yang shaleh yang mengingatkannya tentang hadits Rasulullah yang berbunyi “Obatilah orang yang sakit di antara kalian dengan sedekah.” (HR. Thabrani dan Baihaqi).

Dan orang tersebut menganjurkan agar sang ayah yang memiliki harta yang banyak untuk bersedekah dengan jumlah yang banyak pula.

Maka kemudian sang ayah memenuhi mobilnya dengan beras, ayam dan barang-barang yang baik lalu membagikannya kepada orang-orang yang membutuhkan. Hingga orang-orang yang menerima sedekah tersebut sangat bersuka cita.

Sungguh Maha Kuasa Allah, sesaat setelah sang ayah bersedekah, Allah mengangkat penyakit putrinya tersebut hingga sembuh total. Subhanallah.

Demikianlah sekelumit penjelasan tentang sedekah. Semoga dapat mendorong kita semua untuk mengerjakannya dengan niat ikhlas karena Allah ta’ala.

Wallahu a’lam.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *