Ketua Komunitas Palestina: Bantuan Sebaiknya Disalurkan ke Bulan Sabit Merah atau Pengelola RS di Gaza

BSMI-SULSEL.OR.ID. Sejak agresi zionis Israel ke Palestina berlangsung, aksi bela Palestina terus digelar berbagai kota di dunia, khususnya di kota-kota Indonesia. Sejumlah pihak pun banyak yang menggalang dana untuk disumbangkan ke warga Palestina.

Murrad Halayqa selaku Ketua Komunitas Palestina di Indonesia, mengaku senang dengan tingginya solidaritas masyarakat Indonesia untuk membela negaranya. Namun ia kecewa dengan adanya sejumlah oknum yang kerap memanfaatkan situasi ini untuk keuntungan sendiri dengan berkedok pengumpulan donasi.

“Ada banyak orang yang pakai nama Palestina untuk kumpul duit. Jujur, itu salah satu hal yang saya observasi sebagai pekerjaan saya. Karena itu yang dipakai nama negara saya. Yang dijual penderitaan rakyat saya. Itu yang saya tidak suka,” tegasnya.

Murrad mengaku sakit hati dan menyayangkan pihak yang mengeksploitasi penderitaan rakyat Palestina untuk memperoleh keuntungan pribadi.

“Saya sakit hati. Ini saya jujur, tolong jangan eksploitasi penderitaan rakyat saya untuk kumpul duit. Mau kumpul duit, kumpul duit saja, tapi jauh dari pakai nama negara saya. That’s it. Ini harapan saya. Tapi untuk dukungan dari orang Indonesia, itu luar biasa. Dan saya jujur, kalau dibandingkan beberapa negara-negara Arab, Indonesia jauh lebih bagus, jauh lebih tinggi.” Paparnya.

Jika ada pihak yang ingin berdonasi obat-obatan, pihaknya hanya bisa memfasilitasi pengirimannya ke Palestina.
Sebab komunitasnya sendiri tidak menggalang atau menerima donasi dalam bentuk uang.

Selanjutnya ia juga mengungkapkan bahwa belakangan ini ia banyak melihat ajakan donasi di media sosial. Pihaknya pun meminta pemerintah Indonesia untuk mengontrol hal ini, sehingga tidak semua orang bebas menggalang kampanye atau donasi.

“Saya berharap pemerintah mengontrol hal ini. Bukan siapa-siapa (siapa saja) bisa buat kampanye. Saya lihat di Facebook sekarang booming disana. Jadi saya sudah beberapa kali berbicara ke pemerintah untuk membuat sesuatu yang jelas dari pemerintah, pemerintah nanti ambil, nanti dikasih (ke Palestina) dari pemerintah ke pemerintah. As simple as that” terangnya.

Pihaknya menghargai setiap sumbangsih yang diberikan masyarakat, hanya saja sebaiknya disalurkan melalui lembaga yang tepat seperti Bulan Sabit Merah Indonesia (BSMI) atau langsung ke pengelola rumah sakit Indonesia di Gaza.

“Sekarang Gaza dalam keadaan krisis, yang mau donasi ke Red Crescent atau Bulan Sabit Merah Indonesia dan donasi ke rumah sakit. Kami tidak perlu makanan. Tolong, kami tidak lapar. Tidak perlu makanan. Soal medis saja di Gaza. Yang bilang orang Palestina perlu makanan, orang Palestina tidak perlu makanan. Saya jujur. Soal medis yang ada masalah,” jelasnya.

Seperti telah diketahui, gencatan senjata yang telah disepakati telah dilanggar oleh para Zionis. Korban kembali bejatuhan dan kerusakan semakin bertambah parah.

Olehnya, setelah pengiriman bantuan tahap I telah tiba di Gaza, BSMI diseluruh cabang yang ada di Indonesia semakin massif menggalang donasi dan mengajak berbagai pihak untuk ikut terlibat dalam misi pembebasan Palestina.

Amanahkan donasi Anda di BSMI untuk penyaluran donasi ke Palestina melaui:
Rekening Bank Syariah Indonesia ( BSI )
No.Rekening 99-888-377-90 ( kode transfer 451)
a.n Bulan Sabit Merah Indonesia Sulawesi Selatan
Konfirmasi : 0852 56000955 (Megasanti).

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *