Kepedulian Islam Terhadap Lingkungan Hidup

Islam adalah agama rahmat bagi seluruh alam, islam tidak hanya mengajarkan kita tentang hubungan kita terhadap tuhan, surga dan neraka, dan masalah akidah lainnya, namun lebih dari itu, islam membahas mengenai hubungan manusia dengan manusia dan manusia dengan makhluk lainnya. islam pun mengajarkan kita hidup selaras dengan alam, islam memberi amanah menjaga bumi dan mencari rezeki yang halal dan baik di atasnya sebagai bentuk prinsip dasar islam sebagai rahmat kepada seluruh alam. Ada berbagai macam dalil dalam al-quran dan hadist yang membahas mengenai perintah menjaga lingkungan hidup dan larangan berbuat kerusakan di atas permukaan bumi. Sebagaimana firman Allah:

‘Janganlah kamu membuat kerusakan di muka bumi, sesudah (Allah) memperbaikinya. Berdoalah kepada-Nya dengan rasa takut (tidak akan diterima) dan penuh harap (akan dikabulkan). Sesungguhnya, rahmat Allah sungguh dekat dengan orang-orang yang berbuat baik”.(QS. al-A’raf/7: 56)

Eksploitasi yang berlebihan terhadap lingkungan hidup ditekankan oleh Allah sebagai larangan. Dampak tidak menjaga lingkungan dapat berujung pada musibah, kebinasaan dan bencana. Perlu di ingat bahwa bencana alam seperti bencana alam tsunami, gunung meletus, gempa bumi, dan banjir merupakan bencana-bencana yang manusia turut andil di dalam nya sebagai penyebab, baik langsung maupun tidak langsung. Khususnya banjir yang merupakan dampak dari ulah manusia yang tidak menjaga lingkungan hidup.

Memang segala yang ada di bumi diciptakan untuk kepentingan manusia, sebagaimana firman Allah:

“Dia-lah Allah, yang menjadikan segala yang ada di bumi untuk kamu” (al Baqarah: 29)

Namun bukan berarti Allah membuat manusia sebagai penguasa bumi yang memiliki hak tidak terbatas. Oleh karena itulah diajarkan konsep islam sebagai rahmat atau kebaikan bagi seluruh alam.

Ajaran islam menawarkan konsep untuk memahami sunatullah dan menegaskan tanggung jawab manusia di bumi. Islam bukan hanya mengajarkan kita mengambil manfaat yang halal dan baik yang ada di permukaan bumi namun juga mengajarkan kita aturan dan batasan-batasan dalam pemanfaatannya. Islam mengajarkan kesejahteraan bersama yang berkelanjutan dengan konsep menjaga dan merawat.

Islam menekankan umatnya untuk menjaga kelestarian lingkungan. Allah pun memerintahkan hamba-Nya untuk memakmurkan bumi dengan mengelola dan memanfaatkannya, pernyataan ini dipertegas melalui Firman Allah:

” Dia menciptakan langit dan bumi dengan hak. Maha Tinggi Allah daripada apa yang mereka persekutukan. Dia telah menciptakan manusia dari mani, tiba-tiba ia menjadi pembantah yang nyata. Dan Dia telah menciptakan binatang ternak untuk kamu; padanya ada (bulu) yang menghangatkan dan berbagai-bagai manfaat, dan sebagiannya kamu makan. Dan kamu memperoleh pandangan yang indah padanya, ketika kamu membawanya kembali ke kandang dan ketika kamu melepaskannya ke tempat penggembalaan. Dan ia memikul beban-bebanmu ke suatu negeri yang kamu tidak sanggup sampai kepadanya, melainkan dengan kesukaran-kesukaran (yang memayahkan) diri. Sesungguhnya Tuhanmu benar-benar Maha Pengasih lagi Maha Penyayang, dan (Dia telah menciptakan) kuda, bagal, dan keledai, agar kamu menungganginya dan (menjadikannya) perhiasan. Dan Allah menciptakan apa yang kamu tidak mengetahuinya. (an Nahl: 3-8).

Sebagai khalifah di bumi, manusia mengemban amanah yang berat menjaga dan melestarikan bumi, tidak berbuat kerusakan padanya dan menyebar kebaikan-kebaikan serta tidak menyekutukan Allah sebagai pencipta. Pahami bahwa manusia bukan satu-satunya ciptaan Allah yang mendiami bumi, bahkan pohon yang tidak bergerak pun bagian dari ciptaan-Nya yang perlu di jaga sebagai seorang khalifah yang mengemban amanah tersebut.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *