Dua Bulan Masa Tanggap Bencana Berakhir, BSMI Luwu Utara Tetap Buka Klinik dan Layani Kesehatan Pengungsi Banjir Masamba

Makassar- Dua bulan setelah masa tanggap bencana banjir bandang Luwu Utara diakhiri pemerintah, sebagian warga korban banjir di Desa Meli memilih masih bertahan di kamp pengungsian. Mereka masih hidup di tenda-tenda pengungsian yang dibangun dari bantuan pemerintah dan masyarakat secara luas. Kondisi ini juga membuat para relawan Bulan Sabit Merah Indonesa Luwu Utara, mempertahankan klinik darurat di tengah pengungsian. Mereka membuka pelayanan kesehatan secara berkala, dua kali dalam sepekan. Kegiatan ini dipimpin langsung ketua BSMI Lutra, dokter Lili Ratnawati, SpOG.

“Pelayanan medis tetap berlangsung karena masyarakat di pengungsian ini sangat butuh. Hal itu tampak selama kegiatan dimana warga tak sedikit yang datang ke klinik memeriksakan kesehatan mereka,” jelasnya.

Klinik Lapangan BSMI Luwu Utara di pengungsian korban banjir Luwu Utara (Dok : BSMI Lutra)

Menurut dokter ahli kandungan ini, kondisi di lokasi pengungsian Meli di awal Oktober ini kadang diguyur hujan sedang tanpa angin kencang dan petir. Namun demikian, warga mengeluhkan masih kekurangan air bersih untuk kebutuhan MCK dan berwudhu di Mushollah sementara dibuat untuk pengungsi.

Baca Juga : Resmi Dilantik DPN, Pengurus BSMI Sulsel Segera Gelar Diklatpim Cabang Se-Sulsel


“Kami sedang meninjau untuk membuat sumur bor untuk pengungsi. Sementara ini, selain pemeriksaan kesehatan, kami juga melayani pembagian popok, susu, dan lain-lain bagi pengungsi yang membutuhkan”, terang kepada tim media BSMI Sulsel.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *