Definisi, Klasifikasi Dan Tugas Rumah Sakit Jiwa

klasifikasi rumah sakit

Salah satu klasifikasi rumah sakit yang populer adalah rumah sakit jiwa. Secara umum rumah sakit jiwa merupakan rumah sakit yang mengkhususkan perawatan gangguan jiwa serius. Dahulu sebelum ada rumah sakit khusus yang menanganinya, orang yang sakit jiwa atau kasarnya gila di kurung dan di pasung dengan kasar dan tidak layak. Setelah perlindungan hak asasi manusia mulai digalakkan dunia, muncullah rumah sakit khusus yang menangani penyakit jiwa.

Rumah sakit jiwa mempunyai tugas menyelenggarakan dan melaksanakan pelayanan, pencegahan pemulihan dan rehabilitasi di bidang kesehatan jiwa. Artinya rumah sakit jiwa bukan sekadar menampung orang yang terkena penyakit jiwa, namun tugas mereka meliputi pelayanan pencegahan, pemulihan, dan rehabilitasi. Berdasarkan tugas tersebut, rumah sakit jiwa secara rinci memiliki fungsi:

  1. Melaksanakan upaya pelayanan pencegahan kesehatan jiwa
  2. Melaksanakan upaya pelayanan pemulihan kesehatan jiwa
  3. Melaksanakan upaya pelayanan rehabilitasi kesehatan jiwa
  4. Melaksanakan upaya kesehatan jiwa masyarakat
  5. Melaksanakan sistem rujukan

Dalam perkembangannya, setelah para dokter mulai secara rinci mengklasifikasi penyakit jiwa, mulai berkembang beberapa jenis rumah sakit jiwa berdasarkan taraf pada kemampuan pelayanan yang tercermin dalam struktur organisasi. Khususnya pada unit pelayanan fungsional. Secara rinci rumah sakit jiwa diklasifikasikan sebagai berikut:

  • Rumah Sakit Jiwa Kelas A memiliki (Sub) spesialisasi luas dengan 7 unit (UPF) dan 4 instalasi serta tempat diklat, dipimpin oleh Direktur ditambah 1 hingga 2 orang wakil direktur yang menyediakan pelayanan intramural dan extramural. Rumah sakit jiwa kelas A merupakan rumah sakit yang mampu memberi pelayanan kedokteran spesialis dan sub spesialis luas oleh pemerintah. Rumah sakit kelas A ditetapkan sebagai rumah sakit rujukan tertinggi atau bisa di sebut juga rumah sakit pusat.
  • Rumah Sakit Jiwa Kelas B belum memiliki (Sub) spesialisasi yang luas dengan 4 unit (UPF) dan 4 instalasi, dipimpin oleh seorang Direktur yang memberikan pelayanan intramural dan extramural. Rumah sakit jiwa kelas B merupakan rumah sakit yang mampu memberikan pelayanan kedokteran spesialis luas dan sub spesialis terbatas. Rumah sakit ini dibuat di setiap provinsi sebagai rujukan dari rumah sakit kabupaten.
  • Rumah Sakit Jiwa Kelas C tidak memiliki (Sub) spesialisasi yang luas dengan 2 unit (UPF) dan 1 instalasi, dipimpin oleh seorang Direktur yang hanya memberikan pelayanan extramural. Rumah sakit jiwa kelas C merupakan rumah sakit jiwa yang mampu memberikan pelayanan sub spesialis terbatas. Rumah sakit kelas C di dirikan di tiap kabupaten yang menampung rujukan dari puskesmas.

Kemudian berkembang sejak diterbitkan nya peraturan baru mengenai hal ini, membuat status type rumah sakit jiwa daerah terbagi menjadi dua jenis yaitu, rumah sakit khusus daerah kelas A dan rumah sakit khusus daerah kelas B. secara rinci di sebutkan bahwa:

  • Rumah sakit dapat berbentuk rumah sakit umum daerah dan rumah sakit khusus daerah.
  • Rumah sakit umum daerah terdiri dari 3 (tiga) kelas: rumah sakit umum daerah kelas A; rumah sakit umum daerah kelas B; dan rumah sakit umum daerah kelas C.
  • Rumah sakit khusus daerah terdiri dari 2 (dua) kelas yaitu: rumah sakit khusus daerah kelas A; dan rumah sakit khusus daerah kelas B.
  • Penetapan kriteria klasifikasi rumah sakit umum daerah dan rumah sakit khusus daerah dilakukan oleh menteri kesehatan setelah berkoordinasi secara tertulis dengan Menteri dan menteri yang bertanggung jawab di bidang pendayagunaan aparatur negara.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *