Cara Islam Menyikapi Perkembangan Media Sosial

dampak negatif media sosial

Belakangan ini, dampak perkembangan teknologi yang kian menjadi-jadi secara masif mengubah pola kehidupan kita sehari-hari. Salah satu yang paling fenomenal diantaranya adalah jejaring sosial atau biasa di sebut media sosial. Hingga saat ini sudah ada banyak sekali ragam dan jenis media sosial yang tersedia seperti Facebook, twitter, Instagram, path, WhatsApp, dan masih banyak lagi. Hampir sebagian besar manusia di bumi ini memiliki media sosial, mulai dari anak kecil remaja, orang dewasa, hingga lanjut usia pun memilikinya, tidak memandang kalangan miskin, kaya, pegawai kantoran, ibu rumah tangga, anak sekolah, dll nyaris semuanya memiliki media sosial. Namun, bagaimana islam memandang fenomena media sosial ini?

Islam memang telah mengatur prinsip dasar fiqih bagaimana menentukan kedudukan hukum yang tidak dijelaskan di zaman Rasulullah, tentu media sosial adalah fenomena baru, maka untuk menentukan kedudukan hukumnya, diperlukan ulama untuk menjelaskan. Dalam fiqih islam, segala hal dan perbuatan yang masuk di lingkup ibadah adalah haram atau dilarang sampai ada dalil yang menjelaskannya, sebaliknya segala hal dalam lingkup muamalah dasarnya adalah halal atau boleh sampai ada dalil yang melarangnya. Berangkat dari kaidah ini, ulama mengategorikan media sosial kedalam fiqih muamalah, sehingga hukum bermedia sosial adalah mubah selama dalam batas syariat yang ada.

Kemudahan yang ditawarkan media sosial mengubah secara besar-besaran pola kehidupan kita sehari-hari, membuat kita ketergantungan akan hal itu. Namun tetap saja selayaknya hal pada umumnya yang tidak sempurna, dampak media sosial pun menawarkan dampak positif dan negatif. Dalam perspektif islam, dampak positif media sosial memudahkan kita dalam menjalin hubungan silaturrahmi dengan kerabat, sebagai lahan dakwah di era modern, bahkan bisa digunakan untuk membantu sesama muslim. namun di tengah hal positif yang ditawarkan dari media sosial, kita tetap harus menjaga diri kita dari dampak negatif nya, hal ini penting untuk diketahui agar kita tidak terjerumus ke dalamnya. Berikut beberapa dampak negatif media sosial:

  1. Fitnah lawan jenis

Kemudahan dalam berkomunikasi seakan pedang bermata dua, memberikan kemudahan berkomunikasi sama saja membuka keran fitnah dengan lawan jenis. Di sosial media ada berbagi macam orang yang saling berinteraksi satu sama lain, bahkan tidak sedikit interaksi yang terjadi antara lawan jenis yang dilarang dalam islam. Media sosial merupakan representasi kehidupan nyata, yang artinya batasan dalam kehidupan nyata juga diterapkan di media sosial karena dampaknya keburukannya hampir sama.

  1. Fitnah gambar

Masih berkaitan dengan fitnah lawan jenis, di media sosial juga menyediakan begitu banyak gambar-gambar lawan jenis yang bisa memicu syahwat. Bahkan di media sosial lebih sulit menjaga pandangan dibanding di dunia nyata. Akses menemukan gambar yang kurang layak begitu mudah di media sosial, bahkan bisa di akses oleh anak-anak yang belum cukup umur, hal ini jugalah yang menjadi penyebab kemunduran generasi yang berbahaya.

  1. Berpotensi menimbulkan perpecahan

Fenomena ini merupakan fenomena yang paling gawat yang mengacam keutuhan dan persatuan umat islam. Media sosial memberi kemudahan berinteraksi dan berbagi informasi kepada tiap orang dengan konten yang tidak terbatas, termasuk ujaran kebencian yang memicu perdebatan dan perpecahan antara umat. Banyak yang tiba-tiba tau segalanya, merasa diri paling benar, menganggap orang lain salah, dan menyebar kebencian, memicu perdebatan kusir yang tiada ujungnya. Di media sosial pula terkadang banyak tersebar konten kekerasan, konten kebohongan, konten sara, dan konten sensitif lainnya yang dapat berujung perpecahan.

Sebenarnya semuanya kembali ke sikap masing-masing individu dalam menggunakan media sosial, saat kita bisa bertanggung jawab dengan apa yang kita lakukan, dan tidak berlebihan dalam penggunanya, kita setidaknya sudah bisa terhindar dari keburukan media sosial.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *