Cara Agar Hati Kita Tergerak Untuk Bersedekah

kotak infaq

Rasulullah saw. Bersabda, yang artinya, “Tiap muslim wajib bersedekah.” Para sahabat bertanya, “Bagaimana kalau dia tidak memiliki sesuatu?” Nabi saw. menjawab, “Bekerja dengan keterampilan tangannya untuk kemanfaatan bagi dirinya lalu bersedekah.” Mereka bertanya lagi, “Bagaimana jika ia tidak mampu?” Nabi menjawab, “Menolong orang yang membutuhkan yang sedang teraniaya.” Mereka bertanya lagi, “Bagaimana jika ia tidak melakukannya?” Nabi menjawab, “Menyuruh berbuat makruf.” Mereka bertanya, “Bagaimana kalau dia tidak melakukannya?” Nabi saw. menjawab, “Mencegah diri dari berbuat kejahatan itulah sedekah.” (HR. Bukhari dan Muslim)

Secara umum sedekah merupakan pemberian seorang muslim ke pihak yang lain dengan ikhlas tanpa dibatasi waktu atau lokasi tertentu. Sedekah tidak melulu soal materi, apapun yang bisa memberi manfaat merupakan bagian dari sedekah. Sedekah yang paling mulia di sisi Allah adalah sedekah yang paling bermanfaat. Membudayakan sedekah sangatlah penting dalam kehidupan kita, dengan bersedekah kita sama saja menunjukkan kecintaan kita ke sesama, menunjukkan rasa kemanusiaan kita dengan membantu yang membutuhkan sehingga timbul keharmonisan dalam lingkungan bermasyarakat.

Bersedekah tidak lah sulit, mulai dari sekadar memasukkan uang ke kotak infaq, menyingkirkan duri di jalan, hingga tersenyum ke sesama muslim. Namun terkadang, masih banyak di antara kita yang tamak akan harta dan enggan untuk menyisihkan sebagian hartanya untuk membantu sesama. Padahal ada begitu banyak ganjaran yang bisa kita terima saat kita mengamalkan ibadah ini.  Agar hati lebih mudah bersedekah, berikut beberapa hal yang harus anda tanamkan dalam hati anda:

  1. Tidak tamak dan cinta harta

Secara umum banyak harta bukanlah perbuatan tercela, bahkan seorang muslim yang kaya akan lebih bisa berguna untuk kemajuan umat islam. Namun tamak harta, sampai membuat kita lupa ibadah, menghalalkan segala cara, dan enggan berbagi ke orang lain merupakan tindakan yang sangat tercela. Allah swt berfirman:

“Dan ketahuilah, bahwa hartamu dan anak-anakmu itu hanyalah sebagai cobaan dan sesungguhnya di sisi Allah-lah pahala yang besar.” (QS. Al-Anfal: 28)

Dalil ini memberikan peringatan bahwa harta yang kita miliki termasuk anak-anak merupakan cobaan. Terkadang harta dapat menjerumuskan kita ke dalam siksa namun harta pula yang dapat menuntun kita mendapatkan kenikmatan dunia akhirat.

  1. Tidak harus kaya

Rasulullah saw bersabda;

“Maka jauhilah neraka meskipun dengan separuh kurma.” (HR. Bukhari dan Muslim)

Betapa dalamnya makna hadist ini dengan memberi pesan ke kita bahwa bersedekah tidak harus menunggu kata, bahkan dengan setengah kurma pun sudah termasuk lingkup sedekah yang mulia di sisi Allah. Ketahuilah bahwa harta semakin di kumpul akan semakin kita menginginkannya lagi dan lagi, hati manusia memang di setting untuk tidak pernah puas, kecuali mereka yang memiliki keimanan yang kuat.

  1. Yakin akan janji Allah

“Dan apa saja yang kamu infakkan, maka Allah akan menggantinya dan Dia-lah Pemberi rezeki yang sebaik-baiknya.” (QS. Saba’: 39)

Yakinlah akan janji Allah. Harta tidak akan berkurang saat disedekahkan, malahan melalui firman-Nya Allah menjanjikan ganti yang lebih baik dari harta kita yang dikeluarkan. Yang harus ditekankan ke dalam diri anda adalah bahwa ganti yang datang terkadang membutuhkan waktu sesuai kehendak Allah dengan bentuk dan wujud yang terkadang berbeda, namun selalu ingat bahwa Allah lebih mengetahui yang terbaik untuk kita. Tidak akan jatuh miskin orang yang rajin bersedekah, percayalah akan janji Allah yang pasti ditepati.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *