BSMI Sulsel Turunkan Tim Dokter, Perawat, Paramedis Dan Tim Evakuasi Di Aksi Massa 22 Mei 2019

BSMI-SULSEL.OR.ID- Makassar. Hasil rekapitulasi pemilihan umum Presiden dan Wakil Presiden oleh KPU telah menimbulkan gejolak di segenap penjuru tanah air terutama di Ibukota DKI Jakarta. Sampai berita ini diturunkan, aksi protes massa yang menuntut keadilan karena mensinyalir pemilu presiden dan wakil presiden penuh dengan kecurangan, menggelar aksi unjuk rasa di depan kantor KPU dan Bawaslu meluas. Bulan Sabit Merah Indonesia ( BSMI) yang berpusat di Jakarta menerjunkan relawan untuk mengantisipasi banyaknya korban trauma fisik maupun psikis buntut dari aksi protes massa. Benar saja, sampai berita ini diturunkan, setidaknya di laporkan terdapat 6 orang meninggal luka-luka dan sekitar 200 orang luka-luka.

Tak terkecuali di kota Makassar. Di kota yang terkenal dengan jiwa patriotik dan pejuang ini juga di gelar aksi massa yang melibatkan ribuan orang.

Ribuan massa tampak memadati area Monumen Mandala

BSMI Provinsi Sulawesi Selatan ( BSMI Sulsel) atas arahan dari pengurus pusat untuk membentuk tim kesehatan dan tim evakuasi dengan menerjunkan relawan-relawan dengan beragam spesifikasi keterampilan. BSMI Sulsel menerjunkan setidaknya 5 orang dokter, 3 orang perawat, 1 orang apoteker serta 6 orang tenaga rescue dan evakuasi lengkap dengan perlengkapan medical emergency, evakuasi dan 1 unit ambulans.

Aksi massa terkonsentrasi di Monumen Mandala kota Makassar. Tim dari BSMI Sulsel tiba di lokasi sekitar pukul 14.00 dan langsung berkordinasi dengan pihak Kepolisian yang sudah berada di lokasi dengan ratusan personel. Situasi tampak sangat tegang. Tim BSMI Sulsel langsung mengambil posisi di area evakuasi medis bersama dengan DOKPOL POLRESTABES Makassar.

Posko Medis BSMI Sulsel berada dalam area “hijau” bersama tim DOKPOL POLRESTABES Makassar

Selama kurang lebih 1 jam,selain bersiaga di Posko Medis, tim juga menyebar ke area konsentrasi massa di tengah hujan yang mulai turun. Tak lama, 30 menit kemudian konsentrasi massa mulai bergerak untuk melakukan konvoi. Demi menjaga agar sampai tidak jatuh korban jika terjadi kerusuhan saat melakukan konvoi, dengan sigap koordinator lapagan Tim BSMI Sulsel langsung membagi tim menjadi 2 yaitu ada yang tetap di posko medis dan tim yang kedua bersama ambulans. Hal ini dilakukan mengingat potensi kerusuhan sangat besar dan bercermin kasus di Jakarta. Selain itu pula ketika massa mulai bergerak konvoi, tidak nampak satupun ambulans yang mengawal sehingga ambulans BSMI Sulsel bergerak cepat mengawal konvoi massa.

Tim BSMI Sulsel menyebar ke arah konsentrasi massa

Berjalan sekitar 15 menitan, ternyata ada “perusuh” yang mencoba memperkeruh suasana. Untungnya aparat kepolisian bergerak cepat mengamankan. Tim BSMI yang bergerak bersama konvoi pun dengan tenang bersiaga di barisan belakang konvoi.

Alhamdulillah, menjelang pukul 15.00 massa kembali lagi di area Monumen Mandala untuk melakukan orasi dan do’a penutup. Aksi massa di Makassar berjalan aman dan lancar tanpa ada kendala berarti seperti yang ditakutkan beberapa oleh pihak.

Terimakasih para relawan dan juga aparat kepolisian.

Selamatkan Satu Jiwa, Sambung Seribu Asa

Salam Kemanusiaan Tanpa Batas!!!


Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *