BSMI dan BNPB Bahas Penanggulangan Bencana Bersama Organisasi Internasional PBB

pertemuan bsmi dan bnpb

BSMI SULSEL ,Jakarta– Bencana Palu membuat banyak pihak bergerak membantu. Tak terkecuali organisasi dari luar negeri juga turut membantu sesuai dengan kapasitasnya. Badan Nasional Penanggulangan Bencana ( BNPB ) sebagai suatu badan yang mendapatkan mandat dari UU untuk melaksanakan penanggulangan bencana menggelar pertemuan khusus bagi organisasi-organisasi dunia di bawah payung PBB dan organisasi internasional lainnya.

Pertemuan yang digelar pada hari ini 19 Oktober 2018 bertempat di ruang rapat Lantai 15 Gedung Graha BNPB Jl.Pramuka Jakarta Timur itu dihadiri berbagai organisasi dunia seperti UNICEF, WHO, FAO, IOM, UNESCO, JICA Japan, ADB, UNDP. Tak ketinggalan pula IFRC (International Federation of Red Cross Red Crescent) organisasi federasi Palang Merah dan Bulan Sabit Merah di dunia. Program Early Recovery membahas beberapa hal seperti penanganan puing reruntuhan, sampah medis dan program cash for work.

Bulan Sabit Merah Indonesia ( BSMI ) sebagai organisasi kemanusiaan yang telah melakukan berbagai aksi kemanusiaan dari Aceh hingga Papua turut hadir memberikan masukan dalam rapat koordinasi Early Recovery tersebut. Delegasi BSMI pada pertemuan itu Wa ode Sri Irnawati, S.S dari BSMI Sulawesi Selatan dan Lina dari BSMI Pusat tampak serius mengikuti jalannya diskusi.

Irna, relawan BSMI Sulsel  yang bertugas di Markas BSMI Komando 01 Makassar menyampaikan bahwa BSMI membuat Rumah Sakit Lapangan ( RSL )  di Kabupaten Sigi Sulawesi Tengah sesuai arahan dari Dinas Kesehatan setempat. Rumah Sakit Lapangan selain melaksanakan program kuratif, juga melaksanakan program preventif untuk penyakit pasca gempa seperti malaria, diare dsb. Tak ketinggalan BSMI juga memberi masukan ke Dinas PUPR dan dinas terkait agar membangun fasilitas Mandi Cuci Kakus (MCK) dan sumber air bukan hanya di bangun di depan pengungsian tapi juga area belakang pemukiman juga diperhatikan. Sebagai bahan perbandingan, di Kabupaten Lombok Utara Desa Pemenang dibangun MCK hanya di area depan pemukiman sehingga terpaksa ada pengungsi yang mandi tanpa busana di dekat jalan umum.

 

 

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *