Apa Yang Sebenarnya Terjadi Di Palestina

israel palestina

Telah lebih dari 70 tahun rakyat Palestina berjuang mempertahankan wilayah mereka dari gempuran zionis Israel. Selama periode itu juga puluhan ribu nya dari kedua belah pihak berjatuhan, konflik Israel Palestina memang merupakan salah satu konflik yang menjadi pusat perhatian dunia saat ini. Banyak hal yang membuat masalah di sana semakin rumit dan seakan tidak memiliki ujung kecuali salah satu pihak menyerah atau kalah.

Konflik Israel vs Palestina bukanlah konflik dua arah dimana masing-masing kubu memiliki pikiran ambisi yang sama. Konflik Palestina merupakan konflik antar kelompok yang berambisi menyingkirkan teritorial di kubu Israel dan kelompok dengan ambisi mempertahankan tanah mereka di kubu Palestina.

Konflik kedua negara ini memang sangat kental dengan unsur agama, ambisi perjuangan masing-masing kubu merupakan ambisi yang tertanam sejak masa lalu dari agama masing-masing. Sebagaimana kita ketahui, yerussalem di Palestina merupakan kota suci tiga agama besar sekaligus yaitu islam, nasrani, dan yahudi. Menurut pihak yahudi, tanah tersebut merupakan tanah yang dijanjikan oleh nabi mereka, begitupun dengan islam yang menganggap tanah tersebut adalah hal mereka yang sudah mereka tempati selama berabad-abad.

Namun tahukah anda bahwa konflik Israel Palestina lebih rumit dari itu, memang konflik tersebut secara nampak terlihat seperti konflik meneruskan ambisi agama masing-masing, namun sebenarnya ambisi tersebut hanya tunggangan untuk mewujudkan ambisi terselubung yang hendak dicapai. Berikut beberapa latar belakang konflik Israel vs Palestina:

  1. Perebutan tempat suci

Telah dijelaskan sebelumnya, bahwa yahudi Israel dalam sejarah historis agam mereka memiliki tanah yang dijanjikan oleh nabi mereka. Tanah yang dijanjikan tersebut berada di Palestina, tepatnya di yerussalem yang merupakan ibu kota Palestina. Pada akhir perang dunia kedua, yahudi secara umum menyebar ke seluruh penjuru dunia karena terkena takut dibantai oleh hitler dalam peristiwa holocaust. Israel pada awalnya hanya sekadar bangsa yang tinggal di bagian tepi Palestina sebagai pengungsi yang diberikan oleh pihak inggris. Namun karena ambisi memperluas wilayah didukung sejarah historis agama mereka, Israel kemudian berambisi memperluas wilayah dan mengusir rakyat Palestina.

  1. Kemudahan dan fasilitas yang diberikan pihak inggris

Salah satu negara yang lekat dengan penyebab konflik kedua negara ini adalah inggris. Karena aturan dari pihak inggris yang memberi kemudahan bagi Israel untuk menempati dan merebut wilayah Palestina secara perlahan. Palestina yang merupakan negara bawahan inggris dengan kekuatan militer yang lemah tentu tidak bisa berbuat banyak mengenai kebijakan dari inggris ini. Pada awalnya inggris mengizinkan Israel yang tidak memiliki wilayah untuk tinggal di sebagian wilayah Palestina yang menjadi wilayah kedudukannya. Namun seiring keinginan Israel memperluas kekuasaannya dengan alasan tanah tersebut adalah miliknya ditambah bahwa pihak Palestina juga mengklaim bahwa tanah itu miliknya maka dengan adanya perselisihan tersebut inggris kemudian berlepas tangan mengenai kepemilikan tanah tersebut dan membiarkan kedua negara berseteru memperebutkannya. Hal ini tentu menguntungkan pihak Israel yang memiliki tentara dan persenjataan yang kuat dan bantuan dari negara lainnya.

  1. Penguasaan ekonomi dengan takluknya yerussalem

Yerussalem merupakan kota dengan sejarah yang menarik untuk di liput dan dikunjungi. Yerussalem secara historis merupakan kota bagi tiga agama besar di dunia meliputi islam, yahudi dan nasrani. Karena nilai sejarahnya yang tinggi dan merupakan tempat suci bagi tiga agama, kota ini menjadi kota dengan potensi pariwisata yang sangat menjanjikan. Dengan potensi pariwisata yang tinggi, hal tersebut membuat yerussalem merupakan aset yang sangat berharga untuk dimiliki. Hal inilah yang mendorong pihak Israel memfokuskan invasi mereka ke kota ini.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *